Selamat Datang di Blog saya :)

Minggu, 14 Oktober 2012

THAT SHOULD BE ME


‘THAT SHOULD BE ME, HOLDING YOUR HANDS
THAT SHOULD BE ME, MAKIN YOU LAUGH
THAT SHOULD BE ME, THIS IS SO SAD
THAT SHOULD BE ME THAT SHOULD BE ME’
Itu lah sepenggal lagu yg selalu aku nyanyikan untuk pujaan hatiku justin.
Hampir setiap malam aku teringat dan menangis untuknya, tapi dia lebih memilih sahabatku Caitlin.
#Flashback
Kriiiiiing bel tanda masuk sekolah sudah berbunyi. Dan seperti biasanya aku duduk sebangku dengan sahabatku Caitlin. Oh iya namaku savannah aku kelas 1 high school.
Dan aku adalah seserang yg suka bercanda, agak egois, dan tak suka memilih teman.
Lalu guru yg bernama Christy masuk dan berkata ‘anak-anak perkenalkan ini adalah siswa baru di kelas ini. Dan Mr. justin silahkan perkenalakan dirimu’ kata Mrs. Christy mempersilahkan siswa baru itu memperkenalkan dirinya.
‘my name is Justin Drew Bieber you can call me Justin’ katanya  dengan sedikit gugup. ‘saya pindahan dari salah satu high school di Canada’ lanjutnya ‘terimakasih atas perhatiannya dan saya harap saya dapat mendapatkan sahabat di sini’ tambahnya
‘hei, lihatlah siswa baru itu tampan sekali’ kataku sambil pandanganku terus tertuju pada Justin
‘hahaha iya’ sedikit balasan dari Caitlin
‘terimakasih Mr. justin, silahkan duduk di sebelah Mrs. Savannah’ kata Mrs.christy
*skip
Kriiing bel istrahat pun berbunyi dan aku mulai memberanikan diri untuk menyapa siswa baru itu tadi
‘hey, aku savannah. Salam kenal ya’ kataku memulai dan dikuti oleh senyum di wajahku
‘hey, aku justin. Salam kenal juga’ balasnya dengan senyum yg manis untukku
‘eem sudah dulu ya, aku mau kekantin. Apa kau mau ikut?’ tambahnya
‘owh no thanks, aku sudah membawa makanan dari rumah’ jawabku dengan nada agak menyesal
‘Kalo begitu bye savannah’ katanya sambil melambaikan tangannya
‘bye justin…’ jawabku
*skip
‘caaatliiiiiin…!!!!!’ kataku
‘hey biasa aja, ga pake teriak segala. Aku masih bias denger tauuu!!!’ omel Caitlin menjawab panggilanku tadi
‘hehehe. I’m so sorry my bestfriend. Aku punya berita menyenangkan’ jawabku
‘oh iya? Apa?’ Tanya Caitlin beruntun
‘aku… tadi…. Sudah…..’ kataku
‘sudah apa? Jangan buat aku penasaran dong savannah’ kata Caitlin tak sabar medengar berita itu
‘iya aku lanjutin deh. Aku tadi sudah berkenalan dengan Justin’ kataku bahagia
‘oh cuman itu?’ Tanyanya sok cuek
‘heellloooooo kenapa tiba-tiba kamu cuek bebek gitu?’ tanyaku heran
‘ga apa-apa’ balasnya singkat
‘hufh ya udahlah aku makan dulu ya caitlin’ kataku sambil mengeluarkan kotak makananku
‘yah silahkan’ jawab Caitlin
Caitlin POV
Oh tuhan, sahabat tercintaku sudah mengenal justin terlebih dahulu, dan keliatannya dia menyukai justin. Aku harus bagamaina ? aku juga menyukai justin. Tapi bagaimana dengan savannah saat dia mengetahui itu?
Catlin POV end
Savannah POV
Termakasih tuhan, kau telah membantuku berkenalan dengan justin. Dan kelihatannya aku sudah mulai meyukainya
Savannah POV end
Author POV
Hari-hari telah berjalan savannah dan Caitlin sudah mengenal justin dan sekarang mereka bertiga adalah sahabat yg kompak
Author POV end
*at the Caitlin’s home
‘hahahaha kau dulu yg curang caitlin’ kata justin sambil di selingi oleh tawa
‘aku tidak akan curang  jika kau tak curang justin’ balas Caitlin
‘helllo aku dataaang!!’ kataku sedikit berteriak ketika mendengar justin dan Caitlin tertawa terbahak-bahak
‘heey apa kalian tak menganggap aku sedikit hah?’ kataku sedikit kesal
‘heeheheh, maaf putri cantik. Kami hanya tak mendengar suaramu’ kata justin
Dan mendengar perkataan itu aku langsung tersenyum dan ikut bermain bersama mereka
‘hey aku ke kekamar mandi dulu ya… sudah kebelet nih’ kata Caitlin tiba-tiba
‘oh iya silahkan’ kataku yg hampir bersamaan dengan justin
Caitlin POV
Oh tuhan, apa yg barusan aku dengar tidak salah? Justin memanggil savannah dengan sebutan putri cantik? Dan lihatlah mereka sangat akrab. Aku cemburu melihat ini semua. Tuhan tolong aku untuk menjaga perasaan savannah
Caitlin POV end
*skip
Aku, Caitlin, dan Justin sedang menononton tv ‘sudah malam saatnya aku pulang’ kataku memecah kesepian.
‘em iya, sudah saatnya anak mama pulang hehe’ jawab justin dengan sedikit terkekeh
‘dasar kau ini justin’ jawab ku sambil melempar bantal kearahnya ‘dan Caitlin aku pulang dulu yah’ tambahku saat aku sudah melempar bantal keararah justin
‘iya, take care yah’ kata Caitlin
Author POV
Savannah dan justin pulang bersama, di sepanjang perjalanan mereka bercanda tiada henti. Dan di saat sampai di depan rumah savannah. Entah apa yg di pikirkan justin. Tiba-tiba justin mencium savannah. Dan dari sisi lain ada seseorang yg melihat hal itu dan langsung lari sambil menangis terisak-isak
Author pov end
‘jangan ceritakan ini pada siapapun yah’ kata justin setelah mengakhiri kecupan di bibir savannah
‘iya, tapi kenapa kau lakukan ini padaku?’ tanyaku penuh tanda Tanya
‘eem, ini sudah malam sebaiknya kau masuk ke rumahmu anak mama ’jawabnya mengalihkan perhatian
‘iiiiissshhh aku bukan anak mama tau. Aku udah besar justin’  jawabku menyangkal
‘iya-iya sekarang kau masuk sana’ kata justin mengalah
‘iya. Good night and bye justin’ kataku sambil melambaikan tangan
‘yah bye’ balas justin dengan melambaikan tangan juga
Caitlin  POV
Tuhan, apa yg aku lihat tadi benar terjadi ? savannah dan justin? Mereka?
Oh tuhan kenapa jadinya begini? Memang ini salahku tak bercerita pada savannah atas perasaan ku terhadap justin. Tapi apa mereka tak dapat membaca mataku? Apa mereka tak dapat mebaca gerak-gerikku? Bahwa aku mencintai justin. Tuhan bantu lah aku untuk melupakan justin demi sahabatku savannah
Caitlin POV end
Savannah POV
Tuhan betapa bahagianya aku sekarang. Justin telah menciuku, tapi kenapa aku tak boleh menceritakan pada orang lain? Entahlah mungkin ini akan menjadi rahasia kita berdua. Terimakasih tuhan atas kejadian hari ini
Savannah POV end
Justin POV
Apa yg telah ku lakukan? Aku mencium savannah yg jelas-jelas dia adalah sahabatku sendiri? Tuhan aku mencintai Caitlin dan savannah hanya aku anggap seperti adikku sendiri. Tapi kenapa aku malah melakukan itu pada savannah?
Justin POV end
*skip
‘paaagiiiiiii’ kataku sedikit berteriak di depan pintu ruangan kelasku
‘pagi juga’ jawab Caitlin dengan lemas
‘caitlin? Apa kau sakit? Kenapa dengan matamu itu?’ tanyaku beruntun
‘oh ini, semalam terlalu banyak nyamuk di rumah ku. Dan aku tak bisa tidur’ jawabnya
‘kau serius? Kelihatannya kau habis menangis semalaman?’ kataku menerka
‘yah aku serius. Aku tak menangis savannah. Believe me OK’ balasnya
‘yeah, I believe’ balasku berbohong. Aku tahu sekali Caitlin yg habis semalaman menangis dan Caitlin yg tak bisa tidur. Tapi kenapa dia berbohong padaku?. Setelah itu pelajaran pun di mulai seperti biasanya.
*skip
Saat aku dan Caitlin sedang berjalan pulang, ada seseorang yg memanggil aku dan Caitlin. Ternyata suara itu adalah justin.
‘eem Caitlin aku mau bicara hal penting pada mu’ kata justin
‘hal apa? Bicara di sini saja’ kata Caitlin
‘tumben kau berbicara hal penting? Biasanya kau hanya bisa bercanda saja’ kataku
‘savannah aku pinjam sebentar sahabatmu ini yah. Dan Caitlin kita bicara di tempat lain saja’ jawab justin menjawab pertanyaanku dan Caitlin
‘eem ok tapi kau harus mengembalikan Caitlin ke rumahnnya’ balasku dengan sedikit kecewa
‘ok bos’ jawab justin yg segera menggandeng tangan Caitlin. Dan aku yg sedari tadi penasaran terhadap hal itu. Pelan-pelan aku mengikuti Caitlin dan justin. Dan ternyata justin membawa Caitlin ke taman bunga yg indah sekali yg aku sendiri belum pernah ke sini sebelumnya.
‘caitlin kau tahu aku membawamu kesini karena apa?’ kata justin mendahului
‘tadi katanya kau mau berbicara hal penting padaku’ balas Caitlin
‘yah dan hal penting itu adalah….’ Justin berhenti bicara dan menepuk tangannya. Keluar lah seseorang yg membawa bunga, mahkota, dan sekotak cincin. Lalu justin memakaikan mahkota di kepala Caitlin, mengasihnya 1 karangan bunga. Dan yg terakhir dia membuka kotak cincin itu dan berkata
‘Caitlin Beadles aku akan mengutarakan apa yg sebenarnya. Aku mencintaimu Caitlin. Want you to be my girlfriend?’ kata justin sangat lembut dan aku belum pernah mendengarnya selama ini.
‘are u really?’ balas Caitlin
‘yeah I’m very-verry really my love’ jawab justin sangat mesra. Di saat itu juga tak terasa air mataku menetes melihat hal itu terjadi
‘yeah I’m want to be your girlfriend’ kata Caitlin tersenyum bahagia. Di saat itu pula mereka berpelukan. Aku yg sudah tak kuat melihat hal itu terjadi langsung berlari pulang dan menangis sejadi-jadinya
Savannah POV
Tuhan benarkah hal ini? Trus apa artinya ciuman justin semalam? Aku tak percaya, aku mencintai justin dan justin mencintai sahabatku? Mereka sekarang sudah resmi berpacaran. Apa yg harus aku lakukan sekarang tuhan? Apa aku harus melupakan justin?
Savannah POV end
Ting tong bel rumah ku berbunyi. ‘sebentar’ jawabku terhadap orang yg sudah menekan bel di rumahku. Dan di saat aku membuka pintu ‘justin? Ada apa kau datang kerumahku?’ tanyaku beruntun pada justin. ‘hey aku punya kabar gembira hari ini?’ jawabnya ‘oh yeah? Apa kabarnya?’ tanyaku. ‘apa kau tahu. Aku hari ini telah resmi bepacaran dengan caitlin’ katanya sangat bersemangat. ‘oh selamat yah’ jawabku ‘dengan menahan tangis di mataku. ‘justin, sudah dulu yah aku rasa aku tak enak badan aku mau beristirahat dulu’ tambahku.’oh iya? Apa perlu aku belikan obat untukmu?’ balasnya yg semakin membuatku ingin menagis.’ Tak usah aku sudah punya persediaannya di lemari’ jawabku.’ooh yaudah cepet sembuh yah savannah’ kata justin sambil mengecup keningku.’iya terimakasih just’ kataku yg segera menutup pintu dan menangis lagi di balik pintu.
*skip
‘pagi’ ucap Caitlin dengan semangat
‘pagi juga’ jawabku lemas
‘kau kenapa savannah? Tumben lemes banget? Biasanya pagi-pagi gini kamu yang teriak-teriak’ Tanya Caitlin keheranan
‘hufh gapapa, aku cuman lupa belum sarapan tadi pagi’ jawabku berbohong. Karena aku ga mau kalo sampai Caitlin tau aku lemes gara-gara aku tahu Caitlin dan Justin sudah resmi berpacaran.
*skip
Krriiiiiiiingg bel istirahat pun sudah berbunyi. ‘hey ayo ke kantin aku lapar nih’ kata justin sambil menghampiri mejaku dan Caitlin.’ Ayo aku juga laper ayo savannah’ ajak caitlin.’ Ah tidak aku lagi males makan. Aku mau tidur di sini saja’tolakku, karena aku tahu ketika aku melihat justin dan Caitlin sedang bersama aku akan menangis. ‘benarkah kau mau di sini saja?’ Tanya justin tak yakin ‘yeah I’m not hungry ok’ jawabku ‘ya sudah kita ke kantin dulu ya bye’ kata Caitlin berpamitan ‘yeah bye’ balasku. Aku tak betah berdiam lama-lama di kelas, akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke kantin untuk membeli snack. Dan ketika aku melihat justin dan Caitlin  bersama. Entah kenapa dengan spontan aku berlari menuju ruang kelasku dan langsung menangis. Aku tak peduli siswa lain melihatku aneh atau apa.
Dan tiba-tiba Caitlin sudah berada di sampingku dan berkata’kenapa kau menangis savannah?’ ‘a…ku tak a..pp..a’ kataku terbata-bata ‘tak mungkin kalo tak terjadi apa-apa kau menangis seperti ini’ balas Caitlin. ‘ aku tadi terjatuh dan yg membuat aku menangis adalah aku di tertawakan satu sekolah ini’ jawabku berbohong’.’kau yg sabar yah sahabatku’ kata justin ‘yeah and thanks. And I want alone know’ jawabku tanpa melihat wajah justin dan Caitlin.  ‘ok tapi kamu baik-baik saja kan?’ Tanya Caitlin ‘yah aku tak apa’ jawabku
*skip
Savannah POV
Selama aku di perjalanan pulang dari sekolah aku selalu melamunkan justin. Entah kenapa aku slalu memikirkan wajah justin. Aku slalu mengingat saat-saat aku bersama justin, tertawa, bercanda sampai kejadian di malam itu.
That should be me, holding your hands
That should be me,makin’ your laugh
That should be me this is so sad
That should be me that shuld be me
Secara tak sadar aku menyanyikan lagu itu sambil menangis di sepanjang perjalanan ku.
Savannah POV end
Caitlin  POV
Oh tuhan aku telah menyakiti sahabatku sendiri. Sekarang aku harus bagaimana? Apa aku harus memberitahukan yg sebenarnya? Tapi aku tahu hal itu akan menyakiti sahabatku sendiri. Tuhan tolonglah aku
Caitlin POV end
*skip
Hari ini adalah hari sabtu, hari yg disukai oleh semua pasangan untuk bermalam mingguan. Dan aku di sini sendiri menangis dan bernyanyi that should be me. Hampir setiap malam aku menyanyikan lagu ini. Biarlah aku yg mengalah, aku tak ingin merusak hubungan persahabatanku dengan Caitlin.
------The end------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tulis komentar anda di bawah ini :)