‘THAT SHOULD BE ME, HOLDING YOUR HANDS
THAT SHOULD BE ME, MAKIN YOU LAUGH
THAT SHOULD BE ME, THIS IS SO SAD
THAT SHOULD BE ME THAT
SHOULD BE ME’
Itu lah sepenggal lagu yg selalu aku nyanyikan
untuk pujaan hatiku justin.
Hampir setiap malam aku teringat dan menangis untuknya, tapi dia lebih memilih sahabatku Caitlin.
Hampir setiap malam aku teringat dan menangis untuknya, tapi dia lebih memilih sahabatku Caitlin.
#Flashback
Kriiiiiing bel tanda masuk sekolah sudah berbunyi.
Dan seperti biasanya aku duduk sebangku dengan sahabatku Caitlin. Oh iya namaku
savannah aku kelas 1 high school.
Dan aku adalah seserang yg suka bercanda, agak
egois, dan tak suka memilih teman.
Lalu guru yg bernama Christy masuk dan berkata
‘anak-anak perkenalkan ini adalah siswa baru di kelas ini. Dan Mr. justin
silahkan perkenalakan dirimu’ kata Mrs. Christy mempersilahkan siswa baru itu
memperkenalkan dirinya.
‘my name is Justin Drew Bieber you
can call me Justin’ katanya dengan
sedikit gugup. ‘saya pindahan dari salah satu high school di Canada’ lanjutnya
‘terimakasih atas perhatiannya dan saya harap saya dapat mendapatkan sahabat di
sini’ tambahnya
‘hei, lihatlah siswa baru itu tampan sekali’ kataku
sambil pandanganku terus tertuju pada Justin
‘hahaha iya’ sedikit balasan dari Caitlin
‘terimakasih Mr. justin, silahkan
duduk di sebelah Mrs. Savannah’ kata Mrs.christy
*skip
Kriiing bel istrahat pun berbunyi dan aku mulai
memberanikan diri untuk menyapa siswa baru itu tadi
‘hey, aku savannah. Salam kenal ya’ kataku memulai
dan dikuti oleh senyum di wajahku
‘hey,
aku justin. Salam kenal juga’ balasnya dengan senyum yg manis untukku
‘eem
sudah dulu ya, aku mau kekantin. Apa kau mau ikut?’ tambahnya
‘owh no thanks, aku sudah membawa makanan dari
rumah’ jawabku dengan nada agak menyesal
‘Kalo
begitu bye savannah’ katanya sambil melambaikan tangannya
‘bye justin…’ jawabku
*skip
‘caaatliiiiiin…!!!!!’
kataku
‘hey
biasa aja, ga pake teriak segala. Aku masih bias denger tauuu!!!’ omel Caitlin
menjawab panggilanku tadi
‘hehehe.
I’m so sorry my bestfriend. Aku punya berita menyenangkan’ jawabku
‘oh
iya? Apa?’ Tanya Caitlin beruntun
‘aku…
tadi…. Sudah…..’ kataku
‘sudah
apa? Jangan buat aku penasaran dong savannah’ kata Caitlin tak sabar medengar
berita itu
‘iya
aku lanjutin deh. Aku tadi sudah berkenalan dengan Justin’ kataku bahagia
‘oh
cuman itu?’ Tanyanya sok cuek
‘heellloooooo
kenapa tiba-tiba kamu cuek bebek gitu?’ tanyaku heran
‘ga
apa-apa’ balasnya singkat
‘hufh
ya udahlah aku makan dulu ya caitlin’ kataku sambil mengeluarkan kotak
makananku
‘yah
silahkan’ jawab Caitlin
Caitlin POV
Oh tuhan, sahabat tercintaku sudah mengenal justin
terlebih dahulu, dan keliatannya dia menyukai justin. Aku harus bagamaina ? aku
juga menyukai justin. Tapi bagaimana dengan savannah saat dia mengetahui itu?
Catlin
POV end
Savannah
POV
Termakasih
tuhan, kau telah membantuku berkenalan dengan justin. Dan kelihatannya aku
sudah mulai meyukainya
Savannah
POV end
Author
POV
Hari-hari
telah berjalan savannah dan Caitlin sudah mengenal justin dan sekarang mereka
bertiga adalah sahabat yg kompak
Author
POV end
*at
the Caitlin’s home
‘hahahaha
kau dulu yg curang caitlin’ kata justin sambil di selingi oleh tawa
‘aku
tidak akan curang jika kau tak curang
justin’ balas Caitlin
‘helllo
aku dataaang!!’ kataku sedikit berteriak ketika mendengar justin dan Caitlin
tertawa terbahak-bahak
‘heey
apa kalian tak menganggap aku sedikit hah?’ kataku sedikit kesal
‘heeheheh,
maaf putri cantik. Kami hanya tak mendengar suaramu’ kata justin
Dan
mendengar perkataan itu aku langsung tersenyum dan ikut bermain bersama mereka
‘hey
aku ke kekamar mandi dulu ya… sudah kebelet nih’ kata Caitlin tiba-tiba
‘oh iya
silahkan’ kataku yg hampir bersamaan dengan justin
Caitlin
POV
Oh
tuhan, apa yg barusan aku dengar tidak salah? Justin memanggil savannah dengan
sebutan putri cantik? Dan lihatlah mereka sangat akrab. Aku cemburu melihat ini
semua. Tuhan tolong aku untuk menjaga perasaan savannah
Caitlin
POV end
*skip
Aku, Caitlin, dan Justin sedang menononton tv
‘sudah malam saatnya aku pulang’ kataku memecah kesepian.
‘em iya, sudah saatnya anak mama pulang hehe’ jawab
justin dengan sedikit terkekeh
‘dasar kau ini justin’ jawab ku sambil melempar
bantal kearahnya ‘dan Caitlin aku pulang dulu yah’ tambahku saat aku sudah
melempar bantal keararah justin
‘iya, take care yah’ kata Caitlin
Author POV
Savannah dan justin pulang bersama, di sepanjang
perjalanan mereka bercanda tiada henti. Dan di saat sampai di depan rumah
savannah. Entah apa yg di pikirkan justin. Tiba-tiba justin mencium savannah.
Dan dari sisi lain ada seseorang yg melihat hal itu dan langsung lari sambil
menangis terisak-isak
Author pov end
‘jangan ceritakan ini pada siapapun yah’ kata
justin setelah mengakhiri kecupan di bibir savannah
‘iya, tapi kenapa kau lakukan ini padaku?’ tanyaku
penuh tanda Tanya
‘eem, ini sudah malam sebaiknya kau masuk ke
rumahmu anak mama ’jawabnya mengalihkan perhatian
‘iiiiissshhh aku bukan anak mama tau. Aku udah
besar justin’ jawabku menyangkal
‘iya-iya sekarang kau masuk sana’ kata justin
mengalah
‘iya. Good night and bye justin’ kataku sambil
melambaikan tangan
‘yah bye’ balas justin dengan melambaikan tangan
juga
Caitlin POV
Tuhan, apa yg aku lihat
tadi benar terjadi ? savannah dan justin? Mereka?
Oh tuhan kenapa jadinya begini? Memang ini salahku
tak bercerita pada savannah atas perasaan ku terhadap justin. Tapi apa mereka
tak dapat membaca mataku? Apa mereka tak dapat mebaca gerak-gerikku? Bahwa aku
mencintai justin. Tuhan bantu lah aku untuk melupakan justin demi sahabatku
savannah
Caitlin POV end
Savannah POV
Tuhan betapa bahagianya aku sekarang. Justin telah
menciuku, tapi kenapa aku tak boleh menceritakan pada orang lain? Entahlah
mungkin ini akan menjadi rahasia kita berdua. Terimakasih tuhan atas kejadian
hari ini
Savannah POV end
Justin POV
Apa yg telah ku lakukan? Aku mencium savannah yg
jelas-jelas dia adalah sahabatku sendiri? Tuhan aku mencintai Caitlin dan
savannah hanya aku anggap seperti adikku sendiri. Tapi kenapa aku malah
melakukan itu pada savannah?
Justin POV end
*skip
‘paaagiiiiiii’ kataku sedikit berteriak di depan
pintu ruangan kelasku
‘pagi juga’ jawab Caitlin dengan lemas
‘caitlin? Apa kau sakit? Kenapa dengan matamu itu?’
tanyaku beruntun
‘oh ini, semalam terlalu banyak nyamuk di rumah ku.
Dan aku tak bisa tidur’ jawabnya
‘kau serius? Kelihatannya kau habis menangis
semalaman?’ kataku menerka
‘yah aku serius. Aku tak menangis savannah. Believe
me OK’ balasnya
‘yeah, I believe’ balasku berbohong. Aku tahu
sekali Caitlin yg habis semalaman menangis dan Caitlin yg tak bisa tidur. Tapi
kenapa dia berbohong padaku?. Setelah itu pelajaran pun di mulai seperti
biasanya.
*skip
Saat aku dan Caitlin sedang berjalan pulang, ada
seseorang yg memanggil aku dan Caitlin. Ternyata suara itu adalah justin.
‘eem Caitlin aku mau bicara hal penting pada mu’
kata justin
‘hal apa? Bicara di sini saja’ kata Caitlin
‘tumben kau berbicara hal penting? Biasanya kau
hanya bisa bercanda saja’ kataku
‘savannah aku pinjam sebentar sahabatmu ini yah.
Dan Caitlin kita bicara di tempat lain saja’ jawab justin menjawab pertanyaanku
dan Caitlin
‘eem ok tapi kau harus mengembalikan Caitlin ke
rumahnnya’ balasku dengan sedikit kecewa
‘ok bos’ jawab justin yg segera menggandeng tangan
Caitlin. Dan aku yg sedari tadi penasaran terhadap hal itu. Pelan-pelan aku
mengikuti Caitlin dan justin. Dan ternyata justin membawa Caitlin ke taman
bunga yg indah sekali yg aku sendiri belum pernah ke sini sebelumnya.
‘caitlin kau tahu aku membawamu kesini karena apa?’
kata justin mendahului
‘tadi katanya kau mau berbicara hal penting padaku’
balas Caitlin
‘yah dan hal penting itu adalah….’ Justin berhenti
bicara dan menepuk tangannya. Keluar lah seseorang yg membawa bunga, mahkota,
dan sekotak cincin. Lalu justin memakaikan mahkota di kepala Caitlin,
mengasihnya 1 karangan bunga. Dan yg terakhir dia membuka kotak cincin itu dan
berkata
‘Caitlin Beadles aku akan mengutarakan apa yg
sebenarnya. Aku mencintaimu Caitlin. Want you to be my girlfriend?’ kata justin
sangat lembut dan aku belum pernah mendengarnya selama ini.
‘are u really?’ balas Caitlin
‘yeah I’m very-verry really my love’ jawab justin
sangat mesra. Di saat itu juga tak terasa air mataku menetes melihat hal itu
terjadi
‘yeah I’m want to be your girlfriend’ kata Caitlin
tersenyum bahagia. Di saat itu pula mereka berpelukan. Aku yg sudah tak kuat
melihat hal itu terjadi langsung berlari pulang dan menangis sejadi-jadinya
Savannah POV
Tuhan benarkah hal ini? Trus apa artinya ciuman
justin semalam? Aku tak percaya, aku mencintai justin dan justin mencintai
sahabatku? Mereka sekarang sudah resmi berpacaran. Apa yg harus aku lakukan
sekarang tuhan? Apa aku harus melupakan justin?
Savannah POV end
Ting tong bel rumah ku berbunyi. ‘sebentar’ jawabku
terhadap orang yg sudah menekan bel di rumahku. Dan di saat aku membuka pintu
‘justin? Ada apa kau datang kerumahku?’ tanyaku beruntun pada justin. ‘hey aku
punya kabar gembira hari ini?’ jawabnya ‘oh yeah? Apa kabarnya?’ tanyaku. ‘apa
kau tahu. Aku hari ini telah resmi bepacaran dengan caitlin’ katanya sangat
bersemangat. ‘oh selamat yah’ jawabku ‘dengan menahan tangis di mataku.
‘justin, sudah dulu yah aku rasa aku tak enak badan aku mau beristirahat dulu’
tambahku.’oh iya? Apa perlu aku belikan obat untukmu?’ balasnya yg semakin
membuatku ingin menagis.’ Tak usah aku sudah punya persediaannya di lemari’ jawabku.’ooh
yaudah cepet sembuh yah savannah’ kata justin sambil mengecup keningku.’iya
terimakasih just’ kataku yg segera menutup pintu dan menangis lagi di balik
pintu.
*skip
‘pagi’ ucap Caitlin dengan semangat
‘pagi juga’ jawabku lemas
‘kau kenapa savannah? Tumben lemes banget? Biasanya
pagi-pagi gini kamu yang teriak-teriak’ Tanya Caitlin keheranan
‘hufh gapapa, aku cuman lupa belum sarapan tadi
pagi’ jawabku berbohong. Karena aku ga mau kalo sampai Caitlin tau aku lemes
gara-gara aku tahu Caitlin dan Justin sudah resmi berpacaran.
*skip
Krriiiiiiiingg bel istirahat pun sudah berbunyi.
‘hey ayo ke kantin aku lapar nih’ kata justin sambil menghampiri mejaku dan
Caitlin.’ Ayo aku juga laper ayo savannah’ ajak caitlin.’ Ah tidak aku lagi
males makan. Aku mau tidur di sini saja’tolakku, karena aku tahu ketika aku
melihat justin dan Caitlin sedang bersama aku akan menangis. ‘benarkah kau mau
di sini saja?’ Tanya justin tak yakin ‘yeah I’m not hungry ok’ jawabku ‘ya
sudah kita ke kantin dulu ya bye’ kata Caitlin berpamitan ‘yeah bye’ balasku.
Aku tak betah berdiam lama-lama di kelas, akhirnya aku memutuskan untuk pergi
ke kantin untuk membeli snack. Dan ketika aku melihat justin dan Caitlin bersama. Entah kenapa dengan spontan aku
berlari menuju ruang kelasku dan langsung menangis. Aku tak peduli siswa lain
melihatku aneh atau apa.
Dan tiba-tiba Caitlin sudah berada di sampingku dan
berkata’kenapa kau menangis savannah?’ ‘a…ku tak a..pp..a’ kataku terbata-bata
‘tak mungkin kalo tak terjadi apa-apa kau menangis seperti ini’ balas Caitlin.
‘ aku tadi terjatuh dan yg membuat aku menangis adalah aku di tertawakan satu
sekolah ini’ jawabku berbohong’.’kau yg sabar yah sahabatku’ kata justin ‘yeah
and thanks. And I want alone know’ jawabku tanpa melihat wajah justin dan Caitlin. ‘ok tapi kamu baik-baik saja kan?’ Tanya
Caitlin ‘yah aku tak apa’ jawabku
*skip
Savannah POV
Selama aku di perjalanan pulang dari sekolah aku
selalu melamunkan justin. Entah kenapa aku slalu memikirkan wajah justin. Aku
slalu mengingat saat-saat aku bersama justin, tertawa, bercanda sampai kejadian
di malam itu.
That should be me, holding your hands
That should be me,makin’ your laugh
That should
be me this is so sad
That should
be me that shuld be me
Secara tak sadar aku menyanyikan lagu itu sambil
menangis di sepanjang perjalanan ku.
Savannah POV end
Caitlin POV
Oh tuhan aku telah menyakiti sahabatku sendiri.
Sekarang aku harus bagaimana? Apa aku harus memberitahukan yg sebenarnya? Tapi
aku tahu hal itu akan menyakiti sahabatku sendiri. Tuhan tolonglah aku
Caitlin POV end
*skip
Hari ini adalah hari sabtu, hari yg disukai oleh
semua pasangan untuk bermalam mingguan. Dan aku di sini sendiri menangis dan bernyanyi
that should be me. Hampir setiap malam aku menyanyikan lagu ini. Biarlah aku yg
mengalah, aku tak ingin merusak hubungan persahabatanku dengan Caitlin.
------The end------
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tulis komentar anda di bawah ini :)