Selamat Datang di Blog saya :)

Jumat, 23 November 2012

As Long As You Love Me *story


Hi, perkenalkan namaku Justin Drew Bieber. Aku terlahir di keluarga yang cukup terpandang di Canada. Dan sekarang aku sedang bersekolah di salah satu high school ternama yang ada di Canada. Di sekolah itu aku menemukan seorang gadis yang sempurna.
            
#flashback
Krriiing bel tanda masuk sudah berbunyi. Dengan tergesa-gesa aku berlari di koridor sekolah agar dapat menepati bangku di kelas ku dengan tepat waktu sebelum guru datang dan mulai mengomeliku lagi karena terlambat. Dan tiba-tiba Bruuukk, “aw..” kata seorang gadis yang telah aku tabrak. Setelah bangun dari jatuhku, aku mengulurkan tangan kearah gadis cantik itu. Dia menerimanya dan segera bangkit dari jatuhnya. “um, I’m sorry about this, cuz I had late” kataku meminta maaf. “no problem, I don’t see u. my mistake too” katanya rendah hati. “are you the new student in here?” Tanyaku karenaku baru pertama kali melihatnya. “yes I’am. And I in the class X-A. are you know where the classroom?” “X-A? I’m student in there. Come on we walk togheter” jawabku. Setelah aku dan dia berjalan beberapa meter, aku memulai perkenalan “I’m Justin, Justin Drew Bieber. Who are you?”.”I’m Erline Kalia, call me Erline” katanya sambil menjabat tanganku dan tersenyum manis. Tak berapa lama aku dan erline sudah mencapai kelas kita. Dan ternyata guru yang paling galak di sekolah ini sudah memulai pelajarannya. Dan otomatis aku dan erline terkena hukuman, berdiri di koridor dengan 1 kaki terangkat sampai bel istirahat berbunyi. Beberapa menit aku dan erline sudah bercanda ketika guru tersebut sedang mengajar. Ketika guru itu keluar dari kelas aku dan erline sontak terdiam seolah-olah sedih. Ketika guru itu kembali ke dalam kelas aku dan erline mulai bercanda lagi.
JUSTIN POV
Erline, kau sangat cantik bila sedang tertawa seperti ini. Lihatlah kau bagai bidadari yang turun dari surga. Kenapa jantung ini berdegup sangat kencang bila berada di dekatmu? Padahal aku baru mengenalmu beberapa saat yang lalu.
JUSTIN POV END

*skip
“hai erline mau ke kantin?” Tanya ku ke erline saat bel istirahat berbunyi. “um ok” jawabnya sambil tersenyum manis padaku. Saat aku jalan berdua bersama erline banyak mata memandang dengan sinis dan aku tak menghiraukan itu. “justin?” panggil erline sangat pelan.”iya erline, ada apa?” jawabku. ”apa kau tak merasa banyak yang memandang kita dengan sinis?” Tanya erline dengan sedikit takut. “yah aku meraskannya. Sudahlah tak usah di hiraukan, mereka selalu begitu dengan murid baru.” Jawabku berusaha memnenangkan erline. “are u serious?” Tanya erline tak yakin. “yeah I’m”jawabku sambil memandang matanya yang indah itu. “kau duduk di sini saja, biar aku yang memesan” kataku saat aku dan erline sudah sampai di kantin. “ yeah, don’t be too long” jawab erline “ yeah erline” balasku dengan senyuman mautku.

ERLINE POV
Kenapa kau sangat baik padaku justin? Aku di sini baru beberapa jam yang lalu. Tapi kau sudah sangat baik dan seolah kita sudah kenal sangat lama? Dan eemmm aku piker kau lumayan tampan juga. Apa ini cinta pada pandangan pertama? Ohh tidak. Tidak mungkin aku mencintai justin, orang yang baru aku kenal beberapa waktu yang lalu.
ERLINE POV END
“tak lama kan?” tanyaku sambil membawa makanan yang sudah aku pesan. “ohh, no” jawab erline. Sesudah makan, aku dan erline kembali ke kelas untuk mengobrol dan perkenalan untuk erline. Tak lama berkenalan dengan teman-teman yang lain ternyata erline sudah mendapat beberapa teman dekat yang sebenarnya adlah sahabatku juga. Mereka adalah Caitlin, selena, demi, miley, rian, dan caz.
AUTHOR POV
Setelah beberapa hari berlalu ternyata banyak kesamaan di antara justin dan erline. Dan sahabat-sahabat mereka juga menyadari akan hal itu. Akhirnya sahabat-sahabat justin mempunyai ide untuk menjodohkan erline dengan justin. Mengingat justin yang sangat memilih wanita pendampingnya.
AUTHOR POV END

*skip
“pagi justin” sapa erline semangat. “ pagi” jawab justin dengan cuek. “um, aneh kau ini justin, biasanya pagi-pagi seperti ini kau yang paling semangat, tapi kenapa kau hari ini?” Tanya erline keheranan. “sudahlah kau jangan mendekatiku lagi. Dasar munafik!!!” jawab justin dengan membentak. “justin? Tega kau memperlakukanku seperti ini” balas erline dengan berlari meninggalkan justin.
JUSTIN POV
Maafkan aku erline telah memperlakukan mu seperti ini. Tapi aku terpaksa melakukan ini padamu
JUSTIN POV END

#di kantin
“haai guys” sapa erline kapada sahabat-sahabatnya dengan ceriang. Namun tak ada satu pun yang membalas sapaan itu, dan sahabat-sahabat erline langsung meninggalkan erline begitu saja.
ERLINE POV
Kenapa dengan semua orang hari ini? Apa aku berbuat salah pada mereka? Apa aku telah menyakiti mereka? Tidak. Kemarin mereka masih bersamaku, bercanda denganku, tertawa denganku. Tapi kemana mereka semua? Terutama kau justin, kemana justin yang slalu riang separti dahulu?
ERLINE POV END

*skip
“HAPPY BIRTHDAY ERLINE” teriak sahabat-sahabatku, ketika erline membuka pintu kelas, erline nampaknya terkejut dengan ini semua. Namun tak sampai di sini Caitlin membawakan kue ulang tahun untuk erline dan menyanyikan lagu ulang tahun untukknya. Setelah erline meniup lilin kini saatnya aku muncul.
If i was your boyfriend, never let you go
Keep you on my arms girl, you’d never be alone
I can be gentleman, anything you want
If I was your boyfriend, I’d never let you go
I’d never let you go
Aku muncul dari belakang kerumunan sahabatku. “will u to be my girlfriend?” tanyaku saat aku sudah bernyanyi “terima…terima..terima” kata sahabat ku. Dan akhirnya erline menganggukkan kepalanya tanda dia menerima cintaku. Lalu aku keluarkan kotak cincin dan langsung memakaikannya di jari manis erline. Dan akupun langsung memeluk tubuh erline dengan seerat mungkin begitu juga dengan erline yang jua memelukku dengan erat. “I love you erline” kata ku sambil tetap memeluk erline yang sekarang telah menjadi pacarku. “ I love you too justin” jawab erline.
*skip
“morning babe” sapa erline ketika dia memasuki ruang kelas dan langsung menghampiri bangkuku. “morning too baby” jawabku agak lemas. “kok lemes gitu jawabnya?” Tanya erline keheranan. “ apa kau sakit justin?” tambahnya sambil memegang dahiku. “oh my god justin, kau sakit. Lihatlah dahimu sangat panas. Kau demam justin. Kau harus ke dokter sekarang” kata erline sangat khawatir padaku. “ sudah lah erline. Don’t worry I’m fine. Aku hanya demam tak lebih” jawabku menenangkan erline. “tapi justin kau demam, kau harus ke dokter sekarang” balas erline seolah tak percaya akan apa yang telah aku katakan. “trust me erline, I’m fine” kataku mengelak. “ ya sudahlah, kalau kau merasa tak enak badan bilang padaku segera ya justin” balas erline mengalah

JUSTIN POV
Erline kau sangat perhatian sekali padaku. Aku bangga mempunyai pacar sepertimu. Dan aku harap aku dapat menjadi suamimu nantinya.
JUSTIN POV END
*skip
“hai erline, apa kau nanti malam mempunyai acara?” Tanyaku sambil menghampiri meja erline. “umm, aku rasa tidak ada. Why my justin?” balasnya dengan manja. “aku mau kita nanti jalan2. Apa kau mau?” tanyaku. “sure, why not?” jawabnya dengan senyuman. “ok, aku jemput di rumahmu jam 7 pm. Ok?” kataku menjelaskan maksud aku mendatangi meja erline “ok babe” jawab erline dengan senyuman manisnya.
*skip
“good bye baby. Don’t forget tonight” kataku sambil melambaikan tangan. “ ok. I never forget that babe” balasnya sambil melambaikan tangannya juga seperti aku.
*skip
Ting tung. Begitulah bel rumah erline saat aku memencetnya. Terdengar suara “seebeenntaar” dengan sedikit berteriak. Tak lama pintu terbuka juga dan dari situ munculah seorang bidadari yang sangat cantik. “kau kenapa justin? penampilanku norak ya?” katanya sedikit tak percaya dengan penampilannya. “oh no. you are so pretty tonight. I love you” jawabku sambil memeluk tubuh erline. “oh thankyou justin. I love you too” jawabnya sambil memeluk tubuhku dengan erat. “uum mana orang tua mu?” Tanya ku saat kulihat ke dalam tak ada sapa pun. “mereka sedang di luar negeri. Biasalah urusan pekerjaan” jawab erline. “jadi sekarang kau tinggal bersama siapa?” balasku. “jika siang ada pembantu dan malam seperti ini mereka sudah tertidur” jawab erline. “oh come on, get in to my car” jawabku sambil menunjukan mobilku. Dan akhirnya aku dan erline berjalan-jalan di mall, makan dan sudah itu kami pulang, karena erline tak boleh pulang terlalu malam.
*skip
Sampainya di rumah erline ternyata orang tua erline sudah pulang dari luar negeri dan mereka ada di ruang tamu saat aku mengantarkan erline pulang. “selamat malam putri” kata mama erline “apa kau tak tahu sekarang jam berapa?” tambahnya. Lalu erline melihat jam tangannya “oh my god, I’m so srry mom, dad. I don’t know” jawab erline dengan nada bersalah. “oh, atau lelaki ini yang membuatmu pulang larut malam hah?” kata mama erline sambil menunjukku. “maafkan saya tante, saya yang mengajak erline untuk jalan-jalan tapi ketika perjalanan pulang, jalanan macet” jawabku sambil menerangkan keadaan yang membuat erline pulang malam. “kau hanya alasan saja. Dan kau mrs.kalia masuk ke dalam kamarmu. Kau di hukum” kata papa erline sangat tegas. “tapi pa…” tak sampai melanjutkan kata-katanya erline sudah di seret masuk ke dalam rumahnya. “om, jangan begitu. Ini bukan salah erline tapi ini semua salah saya” jawabku membela erline. “kalian berdua memang salah. Mulai detik ini kau harus jauhi erline. Jika tidak kau akan tahu balasannya” kata papa erline mengancamku tapi aku takut “saya takkan menjauhi erline, saya sangat mencintainya om. Dan begitu pula dengan erline”. “erline tak boleh mencintai seorang pemuda yang seperti mu!!!!!” bentak papa erline padaku. “dan kau pergi dari rumahku sekarang juga !!!” katanya mengusirku. Aku yang saat itu tak mau memperpanjang masalah akhirnya pergi dari rumah erline dengan rasa sedih kesal semunya bercampur di dalam benakku.
ERLINE POV
Tuhan,kenapa dengan orang tua hari ini? Biasanya mereka tak segalak itu pada lelaki yang mengantarkanku pulang. Aku sadar aku telah melewati jam pulang, tapi apakah mereka tak bisa memaklumi itu? Sekarang pasti justin sangat sedih akan kelakuan orang tuaku.
ERLINE POV END

*skip
‘pagi babe, I’m sorry for that night’ sapa erline yang sedang menghampiri bangku ku. ‘no problem shawty, I’m ok’ kataku berbohong, sebenarnya aku sangat terluka denga perilaku orang tua erline padaku. Tapi apa daya aku tak bisa mengutarakannya di depan erline, aku tak mau membuatnya sedih. ‘really you are ok?’kata erline memecah lamunanku. ‘yeah erline’.

*skip
Malam ini adalah Saturday night, malam yang dimana seharusnya malamnya orang pacaran. Tapi apa aku bisa mengajak erline untuk jalan-jalan lagi? Atau aku harus meminta maaf kepada orang tua erline? Tap aku tak merasa bersalah. Entah lah aku akan pergi ke rumah erline mala mini. I miss you my erline.
Dengan cepat aku menyambar kunci mobilku, dan ketik aku berjlan menuju pintu telefon ku bordering dan aku lihat adalah nama erline yang terpampang di layar telefonku “hai erline” kataku memulai pembicaraan “hai justin apa kau sibuk malam ini?” Tanya erline “oh tidak, why?” jawabku dengan pertanyaan balik “emm, aku mau jalan-jalan dengan kau malam ini. Apa kau mau just” Tanya erline sedikit sungkan. “oh, baru saja aku mau kerumah mu erline, tentu saja aku mau. Tapi bagaimana dengan orang tuamu yang membenci ku?” balas ku “tenang saja justin, kau jemput aku hari ini lewat jendela kamar ku. Kau tahu tempatnya kan?” jawab erline “oh ok babe. See u” kataku “see u too justin. Don’t be longer” “ok” balasku. Setelah menutup telefon dari erline aku segera menuju dengan mobil kesayanganku ini dengan kecepatan tinggi.

*skip

Setelah aku sudah di depan rumah erline, aku langsuung menuju ke jendela kamar erline. Untung saja kamar erline berada di lantai 1 kalau berada di lantai 2 bisa lebih ribet urusannya. Ternyata erline sudah menunggu ku. Sesampainya di depan jendela kamarnya, erline langsung membukanya dan keluar dari jendela itu. Saat erline sudah berada di luar, kami langsung lari menuju mobil yang telah aku parkir agak jauh dari rumah erline, karena aku tak mau ketahuan oleh ayah erline bahwa aku akan jalan-jalan mala mini dengan anaknya. “kenapa kau tak keluar lewat pintu saja?” tanyaku saat sudah berada di dalam mobil. “aku takut ketahuan sama ayah. Kan kamu tahu sendiri ayahku seperti apa” jawabnya dengan sedikit murung. “don’t be sad baby. Are you ready for tonight?” kataku menghibur erline. “ok. I’m very ready for that” jawabnya dengan senyuman manisnya itu.

AUTHOR POV
Di saat erline dan justin sedang jalan-jalan menikmati malam. Di sisi lain ayah erline marah besar ketika mendapati anak yang sangat disayangnya itu tidak berada di dalam kamarnya. Dan saat itu juga ayah erline menyambar kunci mobilnya dan segera meluncur ke taman kota tempat biasanya anak muda berpacaran. Namun setelah sampai di taman kota ayah erline tak menemukan apa yang dia cari. Namun ketika ayah erline pulang, dia melihat mobil justin dan langsung memberhentikan. Dengan bersamaan justin dan ayah erline keluar dari mobil. Tanpa kata apapun ayah erline langsung memukul justin. “jangan dekati anakku lagi!!!!” katanya sambil memukul justin “tidak, aku tak bisa menjauh dari erline. Aku sangat mencintainya” kata justin tanpa perlawanan terhadap ayah erline. “kau, sama dengan laki-laki lainnya, hanya mengumbar janji tanpa bukti. Aku tak percaya kau akan bisa menjaga anakku” kata ayah erline panjang lebar lalu di ikuti oleh beberapa pukulan ke wajah justin. Namun justin tetap mengalah tanpa perlawanan. Erline yang melihat hal itu tak tega. Sehingga dia keluar dari mobil yang tadinya di tumpangi oleh dirinya dan justin. dia bermaksud memisahkan keduanya. Namun apa daya, erline malah di tarik ke dalam mobil ayahnya dan di ajak pulang. Di sisi lain justin yang sudah lemas karena mendapat beberapa pukulan dari ayah erline hanya pasrah. Gadis yang dia sayang sudah di bawa oleh ayahnya. Sejak itu justin tak pernah bertemu dengan erline lagi. Entah kemana perginya. Dia sudah mendatangi rumah erline ternyata rumah erline kosong tak berpenghuni. Kata tetangga sekitar keluarga erline telah pindah ke italia Negara yang cukup jauh dari Canada. Sejak itu justin menjadi cowok dingin lagi seperti dia yang belum mengenal erline.


TAMAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tulis komentar anda di bawah ini :)