Hi,
perkenalkan namaku Justin Drew Bieber. Aku terlahir di keluarga yang cukup
terpandang di Canada. Dan sekarang aku sedang bersekolah di salah satu high
school ternama yang ada di Canada. Di sekolah itu aku menemukan seorang gadis
yang sempurna.
Krriiing
bel tanda masuk sudah berbunyi. Dengan tergesa-gesa aku berlari di koridor
sekolah agar dapat menepati bangku di kelas ku dengan tepat waktu sebelum guru
datang dan mulai mengomeliku lagi karena terlambat. Dan tiba-tiba Bruuukk,
“aw..” kata seorang gadis yang telah aku tabrak. Setelah bangun dari jatuhku,
aku mengulurkan tangan kearah gadis cantik itu. Dia menerimanya dan segera
bangkit dari jatuhnya. “um, I’m sorry about this, cuz I had late” kataku
meminta maaf. “no problem, I don’t see u. my mistake too” katanya rendah hati.
“are you the new student in here?” Tanyaku karenaku baru pertama kali
melihatnya. “yes I’am. And I in the class X-A. are you know where the
classroom?” “X-A? I’m student in there. Come on we walk togheter” jawabku.
Setelah aku dan dia berjalan beberapa meter, aku memulai perkenalan “I’m
Justin, Justin Drew Bieber. Who are you?”.”I’m Erline Kalia, call me Erline”
katanya sambil menjabat tanganku dan tersenyum manis. Tak berapa lama aku dan
erline sudah mencapai kelas kita. Dan ternyata guru yang paling galak di
sekolah ini sudah memulai pelajarannya. Dan otomatis aku dan erline terkena
hukuman, berdiri di koridor dengan 1 kaki terangkat sampai bel istirahat
berbunyi. Beberapa menit aku dan erline sudah bercanda ketika guru tersebut
sedang mengajar. Ketika guru itu keluar dari kelas aku dan erline sontak
terdiam seolah-olah sedih. Ketika guru itu kembali ke dalam kelas aku dan
erline mulai bercanda lagi.
JUSTIN
POV
Erline,
kau sangat cantik bila sedang tertawa seperti ini. Lihatlah kau bagai bidadari
yang turun dari surga. Kenapa jantung ini berdegup sangat kencang bila berada
di dekatmu? Padahal aku baru mengenalmu beberapa saat yang lalu.
JUSTIN
POV END
*skip
“hai
erline mau ke kantin?” Tanya ku ke erline saat bel istirahat berbunyi. “um ok”
jawabnya sambil tersenyum manis padaku. Saat aku jalan berdua bersama erline
banyak mata memandang dengan sinis dan aku tak menghiraukan itu. “justin?”
panggil erline sangat pelan.”iya erline, ada apa?” jawabku. ”apa kau tak merasa
banyak yang memandang kita dengan sinis?” Tanya erline dengan sedikit takut.
“yah aku meraskannya. Sudahlah tak usah di hiraukan, mereka selalu begitu
dengan murid baru.” Jawabku berusaha memnenangkan erline. “are u serious?”
Tanya erline tak yakin. “yeah I’m”jawabku sambil memandang matanya yang indah
itu. “kau duduk di sini saja, biar aku yang memesan” kataku saat aku dan erline
sudah sampai di kantin. “ yeah, don’t be too long” jawab erline “ yeah erline”
balasku dengan senyuman mautku.
ERLINE
POV
Kenapa
kau sangat baik padaku justin? Aku di sini baru beberapa jam yang lalu. Tapi
kau sudah sangat baik dan seolah kita sudah kenal sangat lama? Dan eemmm aku
piker kau lumayan tampan juga. Apa ini cinta pada pandangan pertama? Ohh tidak.
Tidak mungkin aku mencintai justin, orang yang baru aku kenal beberapa waktu
yang lalu.
ERLINE
POV END
“tak lama
kan?” tanyaku sambil membawa makanan yang sudah aku pesan. “ohh, no” jawab
erline. Sesudah makan, aku dan erline kembali ke kelas untuk mengobrol dan
perkenalan untuk erline. Tak lama berkenalan dengan teman-teman yang lain
ternyata erline sudah mendapat beberapa teman dekat yang sebenarnya adlah
sahabatku juga. Mereka adalah Caitlin, selena, demi, miley, rian, dan caz.
AUTHOR
POV
Setelah
beberapa hari berlalu ternyata banyak kesamaan di antara justin dan erline. Dan
sahabat-sahabat mereka juga menyadari akan hal itu. Akhirnya sahabat-sahabat
justin mempunyai ide untuk menjodohkan erline dengan justin. Mengingat justin
yang sangat memilih wanita pendampingnya.
AUTHOR
POV END
*skip
“pagi
justin” sapa erline semangat. “ pagi” jawab justin dengan cuek. “um, aneh kau
ini justin, biasanya pagi-pagi seperti ini kau yang paling semangat, tapi
kenapa kau hari ini?” Tanya erline keheranan. “sudahlah kau jangan mendekatiku
lagi. Dasar munafik!!!” jawab justin dengan membentak. “justin? Tega kau
memperlakukanku seperti ini” balas erline dengan berlari meninggalkan justin.
JUSTIN
POV
Maafkan
aku erline telah memperlakukan mu seperti ini. Tapi aku terpaksa melakukan ini
padamu
JUSTIN
POV END
#di
kantin
“haai
guys” sapa erline kapada sahabat-sahabatnya dengan ceriang. Namun tak ada satu
pun yang membalas sapaan itu, dan sahabat-sahabat erline langsung meninggalkan
erline begitu saja.
ERLINE
POV
Kenapa
dengan semua orang hari ini? Apa aku berbuat salah pada mereka? Apa aku telah
menyakiti mereka? Tidak. Kemarin mereka masih bersamaku, bercanda denganku,
tertawa denganku. Tapi kemana mereka semua? Terutama kau justin, kemana justin
yang slalu riang separti dahulu?
ERLINE
POV END
*skip
“HAPPY
BIRTHDAY ERLINE” teriak sahabat-sahabatku, ketika erline membuka pintu kelas,
erline nampaknya terkejut dengan ini semua. Namun tak sampai di sini Caitlin
membawakan kue ulang tahun untuk erline dan menyanyikan lagu ulang tahun
untukknya. Setelah erline meniup lilin kini saatnya aku muncul.
If i was
your boyfriend, never let you go
Keep you
on my arms girl, you’d never be alone
I can be
gentleman, anything you want
If I was
your boyfriend, I’d never let you go
I’d never
let you go
Aku
muncul dari belakang kerumunan sahabatku. “will u to be my girlfriend?” tanyaku
saat aku sudah bernyanyi “terima…terima..terima” kata sahabat ku. Dan akhirnya
erline menganggukkan kepalanya tanda dia menerima cintaku. Lalu aku keluarkan
kotak cincin dan langsung memakaikannya di jari manis erline. Dan akupun
langsung memeluk tubuh erline dengan seerat mungkin begitu juga dengan erline
yang jua memelukku dengan erat. “I love you erline” kata ku sambil tetap
memeluk erline yang sekarang telah menjadi pacarku. “ I love you too justin”
jawab erline.
*skip
“morning
babe” sapa erline ketika dia memasuki ruang kelas dan langsung menghampiri
bangkuku. “morning too baby” jawabku agak lemas. “kok lemes gitu jawabnya?”
Tanya erline keheranan. “ apa kau sakit justin?” tambahnya sambil memegang
dahiku. “oh my god justin, kau sakit. Lihatlah dahimu sangat panas. Kau demam
justin. Kau harus ke dokter sekarang” kata erline sangat khawatir padaku. “
sudah lah erline. Don’t worry I’m fine. Aku hanya demam tak lebih” jawabku
menenangkan erline. “tapi justin kau demam, kau harus ke dokter sekarang” balas
erline seolah tak percaya akan apa yang telah aku katakan. “trust me erline,
I’m fine” kataku mengelak. “ ya sudahlah, kalau kau merasa tak enak badan bilang
padaku segera ya justin” balas erline mengalah
JUSTIN
POV
Erline
kau sangat perhatian sekali padaku. Aku bangga mempunyai pacar sepertimu. Dan
aku harap aku dapat menjadi suamimu nantinya.
JUSTIN
POV END
*skip
“hai
erline, apa kau nanti malam mempunyai acara?” Tanyaku sambil menghampiri meja
erline. “umm, aku rasa tidak ada. Why my justin?” balasnya dengan manja. “aku
mau kita nanti jalan2. Apa kau mau?” tanyaku. “sure, why not?” jawabnya dengan
senyuman. “ok, aku jemput di rumahmu jam 7 pm. Ok?” kataku menjelaskan maksud
aku mendatangi meja erline “ok babe” jawab erline dengan senyuman manisnya.
*skip
“good bye
baby. Don’t forget tonight” kataku sambil melambaikan tangan. “ ok. I never
forget that babe” balasnya sambil melambaikan tangannya juga seperti aku.
*skip
Ting
tung. Begitulah bel rumah erline saat aku memencetnya. Terdengar suara
“seebeenntaar” dengan sedikit berteriak. Tak lama pintu terbuka juga dan dari
situ munculah seorang bidadari yang sangat cantik. “kau kenapa justin?
penampilanku norak ya?” katanya sedikit tak percaya dengan penampilannya. “oh
no. you are so pretty tonight. I love you” jawabku sambil memeluk tubuh erline.
“oh thankyou justin. I love you too” jawabnya sambil memeluk tubuhku dengan
erat. “uum mana orang tua mu?” Tanya ku saat kulihat ke dalam tak ada sapa pun.
“mereka sedang di luar negeri. Biasalah urusan pekerjaan” jawab erline. “jadi
sekarang kau tinggal bersama siapa?” balasku. “jika siang ada pembantu dan
malam seperti ini mereka sudah tertidur” jawab erline. “oh come on, get in to
my car” jawabku sambil menunjukan mobilku. Dan akhirnya aku dan erline
berjalan-jalan di mall, makan dan sudah itu kami pulang, karena erline tak
boleh pulang terlalu malam.
*skip
Sampainya
di rumah erline ternyata orang tua erline sudah pulang dari luar negeri dan
mereka ada di ruang tamu saat aku mengantarkan erline pulang. “selamat malam
putri” kata mama erline “apa kau tak tahu sekarang jam berapa?” tambahnya. Lalu
erline melihat jam tangannya “oh my god, I’m so srry mom, dad. I don’t know”
jawab erline dengan nada bersalah. “oh, atau lelaki ini yang membuatmu pulang
larut malam hah?” kata mama erline sambil menunjukku. “maafkan saya tante, saya
yang mengajak erline untuk jalan-jalan tapi ketika perjalanan pulang, jalanan
macet” jawabku sambil menerangkan keadaan yang membuat erline pulang malam.
“kau hanya alasan saja. Dan kau mrs.kalia masuk ke dalam kamarmu. Kau di hukum”
kata papa erline sangat tegas. “tapi pa…” tak sampai melanjutkan kata-katanya
erline sudah di seret masuk ke dalam rumahnya. “om, jangan begitu. Ini bukan
salah erline tapi ini semua salah saya” jawabku membela erline. “kalian berdua
memang salah. Mulai detik ini kau harus jauhi erline. Jika tidak kau akan tahu
balasannya” kata papa erline mengancamku tapi aku takut “saya takkan menjauhi
erline, saya sangat mencintainya om. Dan begitu pula dengan erline”. “erline
tak boleh mencintai seorang pemuda yang seperti mu!!!!!” bentak papa erline
padaku. “dan kau pergi dari rumahku sekarang juga !!!” katanya mengusirku. Aku
yang saat itu tak mau memperpanjang masalah akhirnya pergi dari rumah erline
dengan rasa sedih kesal semunya bercampur di dalam benakku.
ERLINE POV
Tuhan,kenapa
dengan orang tua hari ini? Biasanya mereka tak segalak itu pada lelaki yang
mengantarkanku pulang. Aku sadar aku telah melewati jam pulang, tapi apakah
mereka tak bisa memaklumi itu? Sekarang pasti justin sangat sedih akan kelakuan
orang tuaku.
ERLINE
POV END
*skip
‘pagi
babe, I’m sorry for that night’ sapa erline yang sedang menghampiri bangku ku.
‘no problem shawty, I’m ok’ kataku berbohong, sebenarnya aku sangat terluka
denga perilaku orang tua erline padaku. Tapi apa daya aku tak bisa
mengutarakannya di depan erline, aku tak mau membuatnya sedih. ‘really you are
ok?’kata erline memecah lamunanku. ‘yeah erline’.
*skip
Malam ini
adalah Saturday night, malam yang dimana seharusnya malamnya orang pacaran.
Tapi apa aku bisa mengajak erline untuk jalan-jalan lagi? Atau aku harus
meminta maaf kepada orang tua erline? Tap aku tak merasa bersalah. Entah lah
aku akan pergi ke rumah erline mala mini. I miss you my erline.
Dengan
cepat aku menyambar kunci mobilku, dan ketik aku berjlan menuju pintu telefon
ku bordering dan aku lihat adalah nama erline yang terpampang di layar
telefonku “hai erline” kataku memulai pembicaraan “hai justin apa kau sibuk
malam ini?” Tanya erline “oh tidak, why?” jawabku dengan pertanyaan balik “emm,
aku mau jalan-jalan dengan kau malam ini. Apa kau mau just” Tanya erline
sedikit sungkan. “oh, baru saja aku mau kerumah mu erline, tentu saja aku mau.
Tapi bagaimana dengan orang tuamu yang membenci ku?” balas ku “tenang saja
justin, kau jemput aku hari ini lewat jendela kamar ku. Kau tahu tempatnya
kan?” jawab erline “oh ok babe. See u” kataku “see u too justin. Don’t be
longer” “ok” balasku. Setelah menutup telefon dari erline aku segera menuju
dengan mobil kesayanganku ini dengan kecepatan tinggi.
*skip
Setelah
aku sudah di depan rumah erline, aku langsuung menuju ke jendela kamar erline.
Untung saja kamar erline berada di lantai 1 kalau berada di lantai 2 bisa lebih
ribet urusannya. Ternyata erline sudah menunggu ku. Sesampainya di depan
jendela kamarnya, erline langsung membukanya dan keluar dari jendela itu. Saat
erline sudah berada di luar, kami langsung lari menuju mobil yang telah aku
parkir agak jauh dari rumah erline, karena aku tak mau ketahuan oleh ayah
erline bahwa aku akan jalan-jalan mala mini dengan anaknya. “kenapa kau tak
keluar lewat pintu saja?” tanyaku saat sudah berada di dalam mobil. “aku takut
ketahuan sama ayah. Kan kamu tahu sendiri ayahku seperti apa” jawabnya dengan
sedikit murung. “don’t be sad baby. Are you ready for tonight?” kataku
menghibur erline. “ok. I’m very ready for that” jawabnya dengan senyuman
manisnya itu.
AUTHOR
POV
Di saat
erline dan justin sedang jalan-jalan menikmati malam. Di sisi lain ayah erline
marah besar ketika mendapati anak yang sangat disayangnya itu tidak berada di
dalam kamarnya. Dan saat itu juga ayah erline menyambar kunci mobilnya dan
segera meluncur ke taman kota tempat biasanya anak muda berpacaran. Namun
setelah sampai di taman kota ayah erline tak menemukan apa yang dia cari. Namun
ketika ayah erline pulang, dia melihat mobil justin dan langsung memberhentikan.
Dengan bersamaan justin dan ayah erline keluar dari mobil. Tanpa kata apapun
ayah erline langsung memukul justin. “jangan dekati anakku lagi!!!!” katanya
sambil memukul justin “tidak, aku tak bisa menjauh dari erline. Aku sangat
mencintainya” kata justin tanpa perlawanan terhadap ayah erline. “kau, sama
dengan laki-laki lainnya, hanya mengumbar janji tanpa bukti. Aku tak percaya
kau akan bisa menjaga anakku” kata ayah erline panjang lebar lalu di ikuti oleh
beberapa pukulan ke wajah justin. Namun justin tetap mengalah tanpa perlawanan.
Erline yang melihat hal itu tak tega. Sehingga dia keluar dari mobil yang
tadinya di tumpangi oleh dirinya dan justin. dia bermaksud memisahkan keduanya.
Namun apa daya, erline malah di tarik ke dalam mobil ayahnya dan di ajak
pulang. Di sisi lain justin yang sudah lemas karena mendapat beberapa pukulan
dari ayah erline hanya pasrah. Gadis yang dia sayang sudah di bawa oleh
ayahnya. Sejak itu justin tak pernah bertemu dengan erline lagi. Entah kemana
perginya. Dia sudah mendatangi rumah erline ternyata rumah erline kosong tak
berpenghuni. Kata tetangga sekitar keluarga erline telah pindah ke italia
Negara yang cukup jauh dari Canada. Sejak itu justin menjadi cowok dingin lagi
seperti dia yang belum mengenal erline.
TAMAT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tulis komentar anda di bawah ini :)