Selamat Datang di Blog saya :)

Sabtu, 29 Juni 2013

Love In The Beach

Hembusan angin di pantai sore itu menerpa rambut pirang seorang gadis cantik yang duduk sendiri di atas putihnya pasir pantai itu. Dia sangat menyukai duduk di atas pasir pantai sore hari sambil melihat matahari mulai menghilang di ufuk barat. “mmm saat yang paling menyenangkan bisa mengantar matahari tidur” kata gadis yang bernama caitlin itu.
                                                                                 
Seperti biasa setelah melihat matahari terbenam dia segera menuju ke
rumah sederhana yang ia tinggali bersama kedua orang tuanya, yap dia seorang anak tunggal dari keluarga yang sederhana. Namun kecantikan Caitlin tidak bisa di sembunyikan. Walaupun dia hampir tak pernah memakai make up sedikitpun.

Saat di sekolah pun Caitlin termasuk anak yang biasa namun mempunyai segudang prestasi. Tak heran banyak siswa laki-laki yang jatuh hati terhadap Caitlin selain cantik namun dia juga seorang gadis yang cerdas pula.

“dari mana saja kau Caitlin?” Tanya ibunda Caitlin yang terlihat cemas mendapati anaknya pulang terlambat lagi.
“aku hanya mampir ke pantai untuk melihat matahari terbenam ibu” jawab Caitlin sehalus mungkin.
“ ya sudah apa kau sudah makan? Ibu telah mebuatkan makanan kesukaanmu cait” kata ibu Caitlin sambil menunjuk kearah meja makan.
“yeey ibu adalah ibu terbaik” kata Caitlin sambil memeluk ibunya.

*skip*

Kriiiing kriiing tanda bel masuk di sekolah Caitlin telah berbunyi. Walaupun masih di luar kelas Caitlin sangat santai mendengar bel tersebut berbunyi, karena Caitlin sekarang telah lulus high school dan tinggal mengurus surat-surat kelulusannya.

“hi guys, what’s up?” kata Caitlin menyapa teman-temannya yang sudah berada di dalam kelas. “uuuh, so bored Caitlin. Aku udah ga sabar ingin memiliki surat kelulusanku dan melamar kerja” jawab salah satu teman Caitlin yang bernama adelle. “sabar adelle sebentar lagi kita akan memegang surat itu” kata Caitlin sambil memegang pundak sahabat baiknya itu.

Baik anak-anak, kemarin telah di adakan rapat. Dan hasil rapat mengatakan bahwa surat kelulusan kalian bisa kalian ambil hari ini. “yuuhuuu” teriak semua siswa bersenang hati. Memang sudah lebih dari 3 minggu mereka menanti surat kelulusan itu. Semua siswa sangat bergembira tak terkecuali Caitlin dan adelle yang berencana akan merayakan hal ini dengan makan bersama di restoran langganan adelle yang sudah terkenal di seluruh penjuru Bali.

*skip*

“ok Caitlin lets start the party” kata adelle sangat bersemangat, namun semangat adelle hilang seketika mendapati wajah Caitlin yang tiba-tiba berubah menjadi sedih. “kau kenapa cait?” Tanya adelle.
“oh no, dompetku adelle” kata Caitlin terputus karena Caitlin sibuk mengaduk seluruh isi tasnya.
“kenapa dompetmu? Apa dompet mu hilang?” Tanya adelle sambil ikut melihat ke dalam tas Caitlin.
“ kelihatannya begitu, dompetku hilang, padahal tadi pagi aku masih melihatnya di dalam tas ini” kata Caitlin sambil mulai menangis.
“don’t cry babe, tak apalah akan aku traktir kau kali ini” kata adelle yang mencoba menenangkan Caitlin.
“ thanks adelle, but aku membawa uang yang sangat banyak untuk di tabung di bank hari ini. Dan semua uang itu adalah milik ibuku adelle. Bagaimana ini?” jelas Caitlin sambil menangis.
“akan aku pinjami namun aku tak membawa uang terlalu banyak cait, yang sisanya aku tak tahu cait, sorry” kata adelle
“tak usah lah adelle, kau tak perlu meminjamiku uang, hanya saja…” kata Caitlin terputus
“hanya saja apa cait?” Tanya adelle
“hanya saja aku harap kau bisa membantuku mencari kerja untuk mengganti semua uang itu” kata Caitlin
“baik, aku akan membantumu mencari kerja. I swear dear” jawab adelle
“kau memang sahabat terbaik yang pernah aku miliki, terima kasih adelle” kata Caitlin sambil memeluk sahabatnya itu.
“sama-sama Caitlin, itu memang sudah menjadi kewajiban seorang sahabat menolong sahabatnya yang sedang kesusahan cait” jawab adelle.

*skip*

Besoknya Caitlin dan adelle berjalan menyusuri sepanjang jalan di bali. Mereka telah memasuli satu per satu perusahaan yang ada di bali. Namun perusahaan-perusahaan  yang sudah dikunjungi oleh kedua gadis cantik itu tidak menerima pelamar kerja yang hanya membawa ijazah SMA. Namun Caitlin dan adelle terus berusaha mencari sebuah perusahaan yang dapat menerima Caitlin bekerja.

Hingga tiba waktunya untuk makan siang mereka berduapun belum juga menemukan perusahaan yang dapat menerima lamaran kerja mereka. Sehingga mereka mampir di suatu restoran yang tidak terlalu besar. “ayolah Caitlin kita makan dulu, hari sudah siang. Dan kamu harus menjaga kesehatanmu untuk mencari pekerjaan itu” kata adelle yang mencoba merayu Caitlin untuk makan “tapi adelle, aku tak membawa uang yang cukup untuk makan” jawab Caitlin dengan nada lesu. “tak apalah akan aku traktir kau kali ini” jawab adelle yang mencoba untuk meyakinkan Caitlin.

Saat akan memasuki pintu restoran tersebut ternyata terdapat pengumuman yang menyatakan bahwa restoran tersebut membutuhkan seorang pekerja baru dengan kata lain dibutuhkan pelamar kerja. Tanpa membuang kesempatan Caitlin langsung menemui manajer restoran tersebut dan menanyakan apakah dia bisa bekerja di sini. “baik kamu diterima. Kamu akan ditempatkan di bagian kitchen, tepatnya dibagian pencuci peralatan makan” kata sang manajer.

Mendengar hal itu Caitlin sangat senang karena dirinya mendapat pekerjaan namun berbeda dengan adelle. “Caitlin apa kau serius ingin mengambil pekerjaan ini?” Tanya adelle “serius lah adelle. Aku menginginkan pekerjaan dan uang yang harus aku kumpulkan itu tidak sedikit adelle” jawab Caitlin “iya aku tahu uang yang harus kau ganti itu sangat banyak. Tapi dengan pekerjaan ini… maksudku, pekerjaan ini hanya menghasilkan sedikit gaji cait” jelas adelle panjang lebar “tak apalah adelle aku hanya ingin berusaha terlebih dahulu” jawab Caitlin

*skip*

Keesokan harinya Caitlin pun mulai bekerja walaupun jabatan yang Caitlin pegang saat ini tidaklah setinggi dan sebagus seperti apa yang di bayangkannya. “baik nona Caitlin. Kau mulai pekerjaanmu hari ini. Dan disanalah tempatmu bekerja” kata sang manajer restoran sambil menunjuk ke arah dapur tempat Caitlin bekerja. “baik pak” jawab Caitlin sambil menganggukan kepalanya.

Caitlin pun mulai berjalan ke dapur yang sudah di tunjukkan oleh sang manajer. Awalnya Caitlin ragu untuk memasuki ruangan tersebut karena pintu yang ada di depan Caitlin saat ini tidak seperti pintu dapur kebanyakan. Dan akhirnya Caitlin pun memberanikan diri untuk membuka pintu tersebut.

Bruukkk. Caitlin telah ditabrak oleh seorang lelaki yang memakai baju seperti baju chef. “hei kamu pegawai baru ya?” Tanya lelaki tersebut. “iya pak dan saya minta maaf atas kejadian ini” jawab Caitlin sambil menundukkan kepalanya. “ kau tak usah meminta maaf, akulah yang salah karena aku telah menabrakmu” kata lelaki itu “dan… perkenalkan namaku justin, justin drew bieber. Aku seorang chef disini” lanjut lelaki yang bernama justin itu sambil mengulurkan tangannya. “terimakasih pak, saya Caitlin” jawab Caitlin sambil membalas uluran tangan justin. “oh tidak jangan panggil aku pak, itu membuatku tua, aku masih berumur 24 tahun. Sebaiknya kau memanggilku chef atau nama saja” jawab justin

“baik pak… maaf maksud saya chef justin. Dan maaf saya akan bekerja terlebih dahulu” jawab Caitlin. “ok Caitlin nice to meet you” jawab justin. “nice to meet you too mister” jawab Caitlin. Selama hari pertama Caitlin bekerja, Caitlin selalu memandang justin yang sedang mengolah makanan yang telah di pesan oleh tamu. Entah kenapa setiap Caitlin memandang justin semakin membuat hatinya berbunga-bunga.

Tak beda dengan justin yang mencuri-curi pandang saat Caitlin bekerja. Justin pun merasakan hal yang sama seperti apa yang dirasakan Caitlin. Dan justin pun berniat mengantarkan Caitlin pulang nantinya.

*skip*

“hai cait” sapa justin yang sedang duduk di atas motor hitamnya dan menghampiri Caitlin yang sedang berjalan kea rah jalan raya. “oh chef justin. Ada apa ya?” Tanya Caitlin dan menghentikan jalannya. “eemm, kau mau pulang naik apa?” Tanya justin. “saya akan pulang naik taxi chef, kenapa ya?” Tanya Caitlin. “ohh taka pa. aku hanya ingin menawarimu tumpangan saja, itu pun kalau kau mau” tawar justin “dan tak baik perempuan seperti mu pulang sendirian” lanjutnya. Caitlin berpikir sejenak, bila ia menolak tawaran dari justin ia merasa tak enak hati dengan justin, namu apabila diterima apa kata tetangga nantinya. “eem, bagaimana yaa? Saya bingung chef” kata Caitlin “loh bngung kenapa?” Tanya justin. “sebenarnya saya ingin menerima tawaran dari chef justin, tapi saya takut di gosipin sama tetangga. Ya maklumlah chef saya tinggal di perkampungan” jawab Caitlin.

“ooh gara-gara itu, tenang saja aku tak akan mengantarkan mmu sampa depan rumah. Sudah naiklah saja dan tunjukkan jalan ke arah rumahmu” jawab justin. “baik chef” jawab Caitlin sambil naik ke motor justin.

Setelah sampai, Caitlin mengucapkan terimakasih kepada justin karena telah mengantarkan dirinya pulang. “tak usah berterimakasih. Ini sudah menjadi kewajibanku mengantarkan wanita cantik seperti dirimu pulang dengan selamat” jawab justin dengan nada yang menggoda. “maaf chef? Chef bilang saya cantik?” Tanya Caitlin tak percaya. “ya, memang kau cantik Caitlin” jawab justin sambil memainkan matanya kepada Caitlin. “maaf chef ini sudah malam, sebaiknya saya pulang terlebih dahulu. Selamat malam chef” jawab Caitlin menghindar.

#JUSTIN POV
Wow benar-benar wanita yang membuatku penasaran. Kau  adalah wanita pertama yang telah membuatku penasaran seperti ini. Apakah ini tandanya aku jatuh cinta pada pandangan pertama? Ooh tidak, Caitlin adalah rekan kerjaku. Jangan sampai aku jatuh cinta pada rekan kerjaku sendiri. Karena itu akan melanggar peraturan di tempatku bekerja.
#JUSTIN POV END

#CAITLIN POV
Astaga aku benar-benar tak percaya chef justin menyebutku dengan wanita cantik. Apa memang benar aku cantik? Atau chef justin hanya menggodaku saja? Tapi mana mungkin seseorang seperti chef justin bisa jatuh hati dengan gadis sederhana sepertiku ini? Apabila dibandingkan dengan pegawai lain di kantor aku bukanlah apa-apa dengan mereka. Mereka jauh lebih cantik dan kaya dariku. Belum lagi peraturan di tempatku bekerja melarang sesama pekerjanya jatuh cinta apalagi sampai menikah.
#CAITLIN POV END

Keesokan harinya Caitlin tidak bekerja karena bertepatan dengan hari libur nasional yang mengharuskan semua pekerja di liburkan. Kesempatan itu tidak di sia-siakan oleh Caitlin. Pagi sampai siang hari ia gunakan untuk membantu ibunya berjualan. Dan sore harinya seperti kebiasaan lamanya. Dia selalu pergi ke pantai untuk melihat matahari terbenam.

Saat Caitlin menikmati sejuknya angin di pantai saat itu. Caitlin mendengar ada yang memanggil namanya. Dan ia pun menoleh ke belakang ke arah suara itu. Betapa terkejutnya ketika Caitlin mengetahui yang telah memanggil namanya adalah chef justin.

“apa kau sendirian Caitlin?” Tanya justin “iya chef. Saya sendirian” jawab Caitlin. “sstt kalau di luar resto kamu panggil aku nama saja. Aku tak enak hati dengan orang lain yang mendengar hal itu” kata justin. “baik justin” jawab Caitlin sambil tersenyum dan memandang laut lagi.

“apa kau suka memandang laut di sore hari seperti ini?” suara justin memecahkan kehenginan yang sebelumnya terjadi. “iya, bahkan ini hobi saya. Jika ada waktu saya pasti akan mampir kesini untuk menikmati hembusan angin sore hari atau hanya melihat matahari tenggelam” jelas Caitlin. “kalau begitu kita mempunyai hobi yang sama Caitlin” balas justin sambil tersenyum

“hobi justin melihat matahari tenggelam juga? Saya kira kamu hobi memasak. Sehingga sekarang kamu bisa menjadi seorang chef” balas Caitlin dengan polosnya. “ahahaha kau ini sangat polos ya Caitlin. Memang aku ini seorang chef, tapi bukan brarti aku ini mempunyai hobi memasak” jawab justin sambil ketawa.

“bukannya pekerjaan yang disertai hobi itu akan semakin memudahkan kita dalam bekerja?” Tanya Caitlin. “ya memang. Tapii…” kata justin terpotong “tapi cerita sehingga aku seperti ini sangatlah panjang. Dan semua ini terjadi begitu saja. Aku tak tahu mengapa aku bisa menjadi seorang chef yang tidak mempunyai hobi masak” Sambung justin “mungkin itu yang dinamakan takdir. Kita harus menjalani takdir apapun takdir kita, disukai atau tidak sama sekali. Hanya percaya kebahagiaan akan menanti kita di ujung waktu” balas Caitlin sambil memandang ombak lautan yang menerjang pantai.

“ya aku tahu itu Caitlin. Thanks ya’’ kata justin. “terimakasih untuk apa?” Tanya Caitlin. “kata-katamu telah membuka pikiranku. Mulai besok aku akan bekerja dengan sepenuh hatiku” jawab justin. “tak usah berterimakasih kepadaku. Memang ini kewajiban antar sesame manusia untuk saling mengingatkan” jawab Caitlin sambil tersenyum

#JUSTIN POV
Kau memang gadis luar biasa Caitlin. Hamper tidak ada gadis jaman sekarang yang bisa berkata-kata sebijak kau tadi. Bahkan aku saja tidak sampai memikirkan hal itu. Selain kau cantik kau juga memiliki sifat bijaksana yang jarang dimiliki oleh gadis-gadis yang pernah ku temui
#JUSTIN POV END

“justin?” panggil Caitlin “hah, ya ada apa Caitlin?” Tanya justin. “apa kau tadi melamun?” Tanya Caitlin. “oh tidak. Aku hanya membayangkan bagaimana rasanya terbang  di atas udara dan bisa menggapai awan” jawab justin berbohong, karena dia tak ingin Caitlin mengetahui bahwa dirinya baru saja memikirkan cailtin. “really?” Tanya Caitlin. “yeah, aku serius” jawab justin. “oh iya bolehkah aku bermain gitar di sampingmu Caitlin?” Tanya justin “silahkan saja. Alunan gitarmu akan menambah keindahan pantai sore ini” jawab Caitlin sambil tersenyum lagi. Dan mulailah justin memetik gitarnya.

#CAITLIN POV
Justin, kau memang lelaki yang aku dambakan. Kau pandai sekali bermain gitar. Bahkan lagu-lagu yang kau nyanyikan adalah lagu favorit ku. Andaikan kau tahu apa yang aku rasakan. Aku pasti akan sangat bahagia.
#CAITLIN POV END

Akhirnya Caitlin dan justin mulai bernyanyi bersama. Seiring menikmati indahnya pantai sore itu. Bahkan orang yang melihat Caitlin dan justin pun ikut merasa senang. Mereka memang cocok sekali menjadi sepasang kekasih.

Tak terasa senja pun sudah tenggelam dan saatnya Caitlin pulang sebelum membuat ibu nya khawatir lagi. “maaf justin aku harus pulang dahulu” kata Caitlin sambil berdiri dari tempat duduknya tadi. Tiba-tiba justin memegang tangan Caitlin yang sontak membuat Caitlin terkejut. “jangan pulang sendiri. Biar ku antar kamu pulang” kata justin sambil tetap menggenggam erat tangan Caitlin. Dan Caitlin mengabulkan permintaan justin

*skip*

“aah, kau lama sekali cait?” Tanya adelle yang langsung manghampiri Caitlin yang sedang turun dari motor yang justin kendarai. “ya maaf, aku habis dari pantai.” Jawab Caitlin. “oh ya just. Thanks atas tumpangan kamu yaa. Dan perkenalkan ini sahabat aku adelle” kata Caitlin sambil memperkenalkan sahabat dan rekan kerja favoritnya.

“hai aku justin. Nice to meet you” kata justin sambil mengulurkan tangan. “hai aku adelle. Nice to meet you too” jawab adelle sambil menjabat uluran tangan justin. “eem, aku pulang dulu. Bye cait adelle” pamit justin sambil menghidupkan motornya. “bye justin” jawab Caitlin dan adelle.

“wow, is it your boyfriend?” Tanya adelle sangat gembira mendapati sahabat baiknya diantar pulang oleh seorang lelaki tampan dan kelihatan baik-baik.
“no. he just my friend adelle” jawab Caitlin mengelak.
“yah kirain pacar. Tapi aku doain kamu cepet jadian sama dia haha” kata adelle sambil tertawa.
“what? Walaupun dia menyukaiku aku tidak akan bisa menerimanya adelle” jawab Caitlin dengan sedikit cemberut.
“loh kenapa? Kelihatannya dia menyukai mu cait” kata adelle
“peraturan di tempat kerja kami. Tidak memperbolehkan sesame pegawai berpacaran bahkan menikah. Jika terpaksa menikah maka salah satu dari mereka harus keluar dari restoran itu” jelas Caitlin.
“yaah, sayang sekali. Padahal jelas terlihat di mata justin kalau justin itu menyukaimu Caitlin” kata adelle
“ya sudahlah adelle. Ingat aku menerima pekerjaan ini karena apa?” jawab Caitlin
“yeah, I still remember it. Ya sudahlah kita ganti topik. Lagi pula aku ke sini untuk memberitahumu. Sekolah kita akan mengadakan perpisahan untuk angkatan kita. And do you know where it? Itu di pantai kesayanganmu Caitlin” kata adelle
“huh? Are you serious? Di pantai sanur? Kapan?” Tanya Caitlin tak percaya
“apa aku keihatan bercanda? Itu di adakan seminggu lagi Caitlin” jawab adelle
“ok. I will come” jawab Caitlin dengan bersemangat

*Seminggu telah berlalu*

Hari yang din anti Caitlin pun sudah tiba. Dan Caitlin tak akan pernah melewatkan acara perpisahan yang sudah di nantinya selama seminggu ini. “come on adelle. Take my call” gumam Caitlin sambil menghubungi ponsel adelle. “damn. where are you adelle? Kenapa kau ta bisa di hubungi? Bukankah hari ini hari yang telah din anti kita?” gumam Caitlin. “what happened darling?” jawab ibu Caitlin yang tengah memasuki pintu kamar Caitlin
“ibu. Adelle sangat susah di hubungi. Padahal kita sudah berjanji akan pergi ke acara perpisahan sekolah bersama. Dan setengah jam lagi acara akan di mulai” jelas Caitlin
“apa kau sudah menghubungi telepon rumah adelle?” Tanya ibu Caitlin
“sudah bu. Tapi mama nya bilang dia sudah pergi 1 jam lalu. Ini sangat membuatku khawatir” kata Caitlin

Dan tiba-tiba ponsel Caitlin bordering. “ya hallo” kata Caitlin saat menerima telepon tersebut. “apa? Tante serius? Ini tak mungkin tante. Aku ga percaya” jawab Caitlin setelah mendengar lawan bicaranya mengatakan sesuatu. “apa yang terjadi cait?” Tanya ibu Caitlin. “adelle ibu… adelle kecelakaan dan sekarang sudah di rumah sakit” jawab Caitlin sambil menangis dan sontak memeluk ibunya. “oh my god. Ayo sekarang juga kita menuju ke rumah sakit. Tapi bagaimana dengan pesta perpisahan yang telah kau nanti-nantikan itu?” Tanya ibu caitli. “aku sudah tak perduli lagi. Yang terpenting saat ini adalah aku bisa bertemu adelle ibu” jawab Caitlin sambil menyambar tas dan langsung pergi ke rumah sakit.

*skip

“tante dimana adelle? Bagaimana keadaannya?” Tanya Caitlin kepada mamanya adelle
“adelle sedang di periksa dokter Caitlin” jawab mamanya adelle sambil menangis
Tak lama kemudian dokter yang memeriksa adelle telah keluar. “bagaimana keadaan adelle dok? Apa dia baik-baik saja?” Tanya Caitlin kepada dokter tersebut. “pasien hanya mengalami trauma dan dia memerlukan istirahat yang cukup. Dan nampaknya dia perlu bertemu dengan seseorang yang bernama Caitlin” jelas sang dokter. “yeah I’m Caitlin” jawab Caitlin. “silahkan masuk tapi hanya kau seorang diri. Karena pasien tak boleh mendengar suara yang terlalu berisik” jelas sang dokter lagi. “baik dok” jawab Caitlin

Caitlin langsung memasuki kamar tempat adelle di rawat. Dan tiba-tiba “suuuurrprriiiseee happy birthday Caitlin” teriak semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut. Caitlin pun terkejut melihat hal itu, dan dia tak merasa air mata bahagia telah menetes ke pipinya. “happy birthday my bestfriend” kata adelle sambil membawa kue ulang tahun lengkap dengan lilin yang sudah menyala.
“kalian semua. Kalian telah membohongiku” kata Caitlin sambil tersenyum “dan kau justin, kau berkomplot dengan mereka juga?” lanjut Caitlin.
“hahaha. Maafkan kami Caitlin, kami hanya ingin membuat pesta kejutan untukmu. Dan ini berhasil” jawab justin. “and come on tiup lilinnya” lanjutnya.
Caitlin pun make a wish lalu meniup lilinnya. Caitlin tak pernah menyangka bahwa orang-orang yang di sayanginya akan membuat pesta kejutan sampai seperti ini. “eemm, 1 hal yang ingin aku tanyakan kepada kalian” kata Caitlin. “ya apa itu?” jawab adelle. “kenapa ulang tahunku harus di rayakan di rumah sakit?” Tanya Caitlin dengan polosnya. “ahahahaha. Kami membuat pesta ulang tahun yang lain dari pada yang lain Caitlin” jawab justin. “tapi tak apalah. Terimakasih atas semua ini. Aku bangga mempunyai orang-orang yang seperti kalian di dekat ku” kata Caitlin sambil menangis bahagia.

Keesokan harinya Caitlin memulai aktifitas seperti har-hari lalu. Namun Caitlin merasa ada yang berbeda dengan sikap justin kepadanya akhir-akhir ini. Dia menjadi lebih manis, suka curi-curi waktu untuk menemui Caitlin, dan terkadang dia juga telah menyiapkan setangkai mawar di loker Caitlin. “dari mana ia tahu aku suka sekali dengan mawar?” gumam Caitlin.

Tak terasa hari ini sudah hari minggu, saatnya Caitlin libur kerja dan mengunjungi pantai kesayangannya itu. Saat Caitlin duduk di pinggir ombak tiba-tiba ada seseorang yang menutup matanya dari belakang. “uuh siapa ini? Lepaskan” kata Caitlin sambil mencoba melepaskan tangan yang menutupi matanya itu. “tebak dulu, siapa aku. Jika kau benar aku akan melepaskan tanganku” kata lelaki itu “justin? Kau justin ‘kan?” tebak Caitlin “wow kau pandai sekali Caitlin. Apa memang kau sedang memikirkan aku? Haha” kata justin setelah melepaskan tangannya dari wajah Caitlin.
“yeah, aku kan memang pandai” balas Caitlin sambil tersenyum.

Dan tiba-tiba justin memfotonya tanpa sepengetahuan caitlin. “beautiful” kata justin hampir tak bisa di dengar. “um sorry justin. Sepertinya kau tadi bilang sesuatu” Tanya Caitlin. “no, nothing. Just can we make picture together?” Tanya justin mengalihkan pembicaraan. “foto? Sure” balas Caitlin sambil agak mendekat ke tubuh justin agar bisa berfoto berdua.

Krik bunyi ponsel justin setelah memfoto Caitlin dengan dirinya. “kau cantik sekali Caitlin” kata justin sambil memandang foto itu. “itukan di foto bukan yang asli. Kalau yang asli kan lebih jelek dari yang di foto” kata Caitlin merendah dan menundukkan kepalanya. Lalu justin memegang kedua pipi Caitlin dan mengarahkan wajah Caitlin melihat wajahnya. “uum, I don’t think so. You’re beautiful more than in the picture” kata justin. Dan kedua pipi caitlinpun mulai memerah tanda ia sedang dilanda malu. “oh really?” Tanya Caitlin membiarkan kedua tangan justin memegang kedua pipinya. “yes I’m so really right now” jawab justin dengan tersenyum. “thankyou justin” jawab Caitlin sambil memegang tangan justin yang sedari tadi telah memegang pipinya.

“um Caitlin?” panggil justin.
“ya, ada apa justin?” jawab Caitlin.
“look at me” kata justin.
“yeah, I’m look at you” balas Caitlin sambil memandang wajah justin.
Justin pun mulai memegang kedua tangan Caitlin. “want you to be my girlfriend?” tanyanya kepada Caitlin. “what? Are you really? Don’t you know about arrange in the company justin?” Tanya Caitlin tak percaya. “WTF about that. Jika kau menerimaku kita bisa berpura-pura tak ada hubungan saat di resto. So will you?” kata justin. “um, give me some time to think it” balas Caitlin.

Beberapa waktu telah berlalu dan Caitlin pun memulai pembicaraan. “um justin?” panggil Caitlin. “yah?” jawab justin. “apa kau serius dengan hal ini?” Tanya Caitlin. “yah  I’m so serious Caitlin. I’m not kidding now” jelas justin. “baiklah kalau begitu.”kata Caitlin. “what? Baik apanya?” goda justin. “ok I want to be your girlfriend justin” jelas Caitlin dengan pipinya yang memerah lagi.

Sontak justin memeluk Caitlin di tengah cahaya matahari pantai sore itu. Caitlin pun membalas pelukan justin. Setelah itu justin mengambil gitarnya dan mulai memainkan sweet old song kesukaan Caitlin. Mereka berdua sangat bahagia menyanyikan lagu itu sampai malam hari datang.



--------END--------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tulis komentar anda di bawah ini :)