Hembusan
angin di pantai sore itu menerpa rambut pirang seorang gadis cantik yang duduk
sendiri di atas putihnya pasir pantai itu. Dia sangat menyukai duduk di atas
pasir pantai sore hari sambil melihat matahari mulai menghilang di ufuk barat.
“mmm saat yang paling menyenangkan bisa mengantar matahari tidur” kata gadis
yang bernama caitlin itu.
Seperti
biasa setelah melihat matahari terbenam dia segera menuju ke
rumah sederhana yang ia tinggali bersama kedua orang tuanya, yap dia seorang anak tunggal dari keluarga yang sederhana. Namun kecantikan Caitlin tidak bisa di sembunyikan. Walaupun dia hampir tak pernah memakai make up sedikitpun.
rumah sederhana yang ia tinggali bersama kedua orang tuanya, yap dia seorang anak tunggal dari keluarga yang sederhana. Namun kecantikan Caitlin tidak bisa di sembunyikan. Walaupun dia hampir tak pernah memakai make up sedikitpun.
Saat
di sekolah pun Caitlin termasuk anak yang biasa namun mempunyai segudang
prestasi. Tak heran banyak siswa laki-laki yang jatuh hati terhadap Caitlin
selain cantik namun dia juga seorang gadis yang cerdas pula.
“dari
mana saja kau Caitlin?” Tanya ibunda Caitlin yang terlihat cemas mendapati
anaknya pulang terlambat lagi.
“aku
hanya mampir ke pantai untuk melihat matahari terbenam ibu” jawab Caitlin
sehalus mungkin.
“
ya sudah apa kau sudah makan? Ibu telah mebuatkan makanan kesukaanmu cait” kata
ibu Caitlin sambil menunjuk kearah meja makan.
“yeey
ibu adalah ibu terbaik” kata Caitlin sambil memeluk ibunya.
*skip*
Kriiiing
kriiing tanda bel masuk di sekolah Caitlin telah berbunyi. Walaupun masih di
luar kelas Caitlin sangat santai mendengar bel tersebut berbunyi, karena
Caitlin sekarang telah lulus high school dan tinggal mengurus surat-surat
kelulusannya.
“hi
guys, what’s up?” kata Caitlin menyapa teman-temannya yang sudah berada di
dalam kelas. “uuuh, so bored Caitlin. Aku udah ga sabar ingin memiliki surat
kelulusanku dan melamar kerja” jawab salah satu teman Caitlin yang bernama
adelle. “sabar adelle sebentar lagi kita akan memegang surat itu” kata Caitlin
sambil memegang pundak sahabat baiknya itu.
Baik
anak-anak, kemarin telah di adakan rapat. Dan hasil rapat mengatakan bahwa
surat kelulusan kalian bisa kalian ambil hari ini. “yuuhuuu” teriak semua siswa
bersenang hati. Memang sudah lebih dari 3 minggu mereka menanti surat kelulusan
itu. Semua siswa sangat bergembira tak terkecuali Caitlin dan adelle yang
berencana akan merayakan hal ini dengan makan bersama di restoran langganan
adelle yang sudah terkenal di seluruh penjuru Bali.
*skip*
“ok
Caitlin lets start the party” kata adelle sangat bersemangat, namun semangat
adelle hilang seketika mendapati wajah Caitlin yang tiba-tiba berubah menjadi
sedih. “kau kenapa cait?” Tanya adelle.
“oh
no, dompetku adelle” kata Caitlin terputus karena Caitlin sibuk mengaduk
seluruh isi tasnya.
“kenapa
dompetmu? Apa dompet mu hilang?” Tanya adelle sambil ikut melihat ke dalam tas
Caitlin.
“
kelihatannya begitu, dompetku hilang, padahal tadi pagi aku masih melihatnya di
dalam tas ini” kata Caitlin sambil mulai menangis.
“don’t
cry babe, tak apalah akan aku traktir kau kali ini” kata adelle yang mencoba
menenangkan Caitlin.
“
thanks adelle, but aku membawa uang yang sangat banyak untuk di tabung di bank
hari ini. Dan semua uang itu adalah milik ibuku adelle. Bagaimana ini?” jelas
Caitlin sambil menangis.
“akan
aku pinjami namun aku tak membawa uang terlalu banyak cait, yang sisanya aku
tak tahu cait, sorry” kata adelle
“tak
usah lah adelle, kau tak perlu meminjamiku uang, hanya saja…” kata Caitlin
terputus
“hanya
saja apa cait?” Tanya adelle
“hanya
saja aku harap kau bisa membantuku mencari kerja untuk mengganti semua uang
itu” kata Caitlin
“baik,
aku akan membantumu mencari kerja. I swear dear” jawab adelle
“kau
memang sahabat terbaik yang pernah aku miliki, terima kasih adelle” kata
Caitlin sambil memeluk sahabatnya itu.
“sama-sama
Caitlin, itu memang sudah menjadi kewajiban seorang sahabat menolong sahabatnya
yang sedang kesusahan cait” jawab adelle.
*skip*
Besoknya
Caitlin dan adelle berjalan menyusuri sepanjang jalan di bali. Mereka telah
memasuli satu per satu perusahaan yang ada di bali. Namun
perusahaan-perusahaan yang sudah
dikunjungi oleh kedua gadis cantik itu tidak menerima pelamar kerja yang hanya
membawa ijazah SMA. Namun Caitlin dan adelle terus berusaha mencari sebuah
perusahaan yang dapat menerima Caitlin bekerja.
Hingga
tiba waktunya untuk makan siang mereka berduapun belum juga menemukan
perusahaan yang dapat menerima lamaran kerja mereka. Sehingga mereka mampir di
suatu restoran yang tidak terlalu besar. “ayolah Caitlin kita makan dulu, hari
sudah siang. Dan kamu harus menjaga kesehatanmu untuk mencari pekerjaan itu”
kata adelle yang mencoba merayu Caitlin untuk makan “tapi adelle, aku tak
membawa uang yang cukup untuk makan” jawab Caitlin dengan nada lesu. “tak
apalah akan aku traktir kau kali ini” jawab adelle yang mencoba untuk
meyakinkan Caitlin.
Saat
akan memasuki pintu restoran tersebut ternyata terdapat pengumuman yang
menyatakan bahwa restoran tersebut membutuhkan seorang pekerja baru dengan kata
lain dibutuhkan pelamar kerja. Tanpa membuang kesempatan Caitlin langsung
menemui manajer restoran tersebut dan menanyakan apakah dia bisa bekerja di
sini. “baik kamu diterima. Kamu akan ditempatkan di bagian kitchen, tepatnya
dibagian pencuci peralatan makan” kata sang manajer.
Mendengar
hal itu Caitlin sangat senang karena dirinya mendapat pekerjaan namun berbeda
dengan adelle. “Caitlin apa kau serius ingin mengambil pekerjaan ini?” Tanya
adelle “serius lah adelle. Aku menginginkan pekerjaan dan uang yang harus aku
kumpulkan itu tidak sedikit adelle” jawab Caitlin “iya aku tahu uang yang harus
kau ganti itu sangat banyak. Tapi dengan pekerjaan ini… maksudku, pekerjaan ini
hanya menghasilkan sedikit gaji cait” jelas adelle panjang lebar “tak apalah
adelle aku hanya ingin berusaha terlebih dahulu” jawab Caitlin
*skip*
Keesokan
harinya Caitlin pun mulai bekerja walaupun jabatan yang Caitlin pegang saat ini
tidaklah setinggi dan sebagus seperti apa yang di bayangkannya. “baik nona
Caitlin. Kau mulai pekerjaanmu hari ini. Dan disanalah tempatmu bekerja” kata
sang manajer restoran sambil menunjuk ke arah dapur tempat Caitlin bekerja.
“baik pak” jawab Caitlin sambil menganggukan kepalanya.
Caitlin
pun mulai berjalan ke dapur yang sudah di tunjukkan oleh sang manajer. Awalnya
Caitlin ragu untuk memasuki ruangan tersebut karena pintu yang ada di depan
Caitlin saat ini tidak seperti pintu dapur kebanyakan. Dan akhirnya Caitlin pun
memberanikan diri untuk membuka pintu tersebut.
Bruukkk.
Caitlin telah ditabrak oleh seorang lelaki yang memakai baju seperti baju chef.
“hei kamu pegawai baru ya?” Tanya lelaki tersebut. “iya pak dan saya minta maaf
atas kejadian ini” jawab Caitlin sambil menundukkan kepalanya. “ kau tak usah
meminta maaf, akulah yang salah karena aku telah menabrakmu” kata lelaki itu
“dan… perkenalkan namaku justin, justin drew bieber. Aku seorang chef disini”
lanjut lelaki yang bernama justin itu sambil mengulurkan tangannya.
“terimakasih pak, saya Caitlin” jawab Caitlin sambil membalas uluran tangan
justin. “oh tidak jangan panggil aku pak, itu membuatku tua, aku masih berumur
24 tahun. Sebaiknya kau memanggilku chef atau nama saja” jawab justin
“baik
pak… maaf maksud saya chef justin. Dan maaf saya akan bekerja terlebih dahulu”
jawab Caitlin. “ok Caitlin nice to meet you” jawab justin. “nice to meet you
too mister” jawab Caitlin. Selama hari pertama Caitlin bekerja, Caitlin selalu
memandang justin yang sedang mengolah makanan yang telah di pesan oleh tamu.
Entah kenapa setiap Caitlin memandang justin semakin membuat hatinya
berbunga-bunga.
Tak
beda dengan justin yang mencuri-curi pandang saat Caitlin bekerja. Justin pun
merasakan hal yang sama seperti apa yang dirasakan Caitlin. Dan justin pun
berniat mengantarkan Caitlin pulang nantinya.
*skip*
“hai
cait” sapa justin yang sedang duduk di atas motor hitamnya dan menghampiri
Caitlin yang sedang berjalan kea rah jalan raya. “oh chef justin. Ada apa ya?”
Tanya Caitlin dan menghentikan jalannya. “eemm, kau mau pulang naik apa?” Tanya
justin. “saya akan pulang naik taxi chef, kenapa ya?” Tanya Caitlin. “ohh taka
pa. aku hanya ingin menawarimu tumpangan saja, itu pun kalau kau mau” tawar
justin “dan tak baik perempuan seperti mu pulang sendirian” lanjutnya. Caitlin
berpikir sejenak, bila ia menolak tawaran dari justin ia merasa tak enak hati
dengan justin, namu apabila diterima apa kata tetangga nantinya. “eem,
bagaimana yaa? Saya bingung chef” kata Caitlin “loh bngung kenapa?” Tanya
justin. “sebenarnya saya ingin menerima tawaran dari chef justin, tapi saya
takut di gosipin sama tetangga. Ya maklumlah chef saya tinggal di perkampungan”
jawab Caitlin.
“ooh
gara-gara itu, tenang saja aku tak akan mengantarkan mmu sampa depan rumah.
Sudah naiklah saja dan tunjukkan jalan ke arah rumahmu” jawab justin. “baik
chef” jawab Caitlin sambil naik ke motor justin.
Setelah
sampai, Caitlin mengucapkan terimakasih kepada justin karena telah mengantarkan
dirinya pulang. “tak usah berterimakasih. Ini sudah menjadi kewajibanku
mengantarkan wanita cantik seperti dirimu pulang dengan selamat” jawab justin
dengan nada yang menggoda. “maaf chef? Chef bilang saya cantik?” Tanya Caitlin
tak percaya. “ya, memang kau cantik Caitlin” jawab justin sambil memainkan
matanya kepada Caitlin. “maaf chef ini sudah malam, sebaiknya saya pulang
terlebih dahulu. Selamat malam chef” jawab Caitlin menghindar.
#JUSTIN
POV
Wow
benar-benar wanita yang membuatku penasaran. Kau adalah wanita pertama yang telah membuatku
penasaran seperti ini. Apakah ini tandanya aku jatuh cinta pada pandangan
pertama? Ooh tidak, Caitlin adalah rekan kerjaku. Jangan sampai aku jatuh cinta
pada rekan kerjaku sendiri. Karena itu akan melanggar peraturan di tempatku
bekerja.
#JUSTIN
POV END
#CAITLIN
POV
Astaga
aku benar-benar tak percaya chef justin menyebutku dengan wanita cantik. Apa
memang benar aku cantik? Atau chef justin hanya menggodaku saja? Tapi mana
mungkin seseorang seperti chef justin bisa jatuh hati dengan gadis sederhana
sepertiku ini? Apabila dibandingkan dengan pegawai lain di kantor aku bukanlah
apa-apa dengan mereka. Mereka jauh lebih cantik dan kaya dariku. Belum lagi
peraturan di tempatku bekerja melarang sesama pekerjanya jatuh cinta apalagi
sampai menikah.
#CAITLIN
POV END
Keesokan
harinya Caitlin tidak bekerja karena bertepatan dengan hari libur nasional yang
mengharuskan semua pekerja di liburkan. Kesempatan itu tidak di sia-siakan oleh
Caitlin. Pagi sampai siang hari ia gunakan untuk membantu ibunya berjualan. Dan
sore harinya seperti kebiasaan lamanya. Dia selalu pergi ke pantai untuk
melihat matahari terbenam.
Saat
Caitlin menikmati sejuknya angin di pantai saat itu. Caitlin mendengar ada yang
memanggil namanya. Dan ia pun menoleh ke belakang ke arah suara itu. Betapa
terkejutnya ketika Caitlin mengetahui yang telah memanggil namanya adalah chef
justin.
“apa
kau sendirian Caitlin?” Tanya justin “iya chef. Saya sendirian” jawab Caitlin.
“sstt kalau di luar resto kamu panggil aku nama saja. Aku tak enak hati dengan
orang lain yang mendengar hal itu” kata justin. “baik justin” jawab Caitlin
sambil tersenyum dan memandang laut lagi.
“apa
kau suka memandang laut di sore hari seperti ini?” suara justin memecahkan
kehenginan yang sebelumnya terjadi. “iya, bahkan ini hobi saya. Jika ada waktu
saya pasti akan mampir kesini untuk menikmati hembusan angin sore hari atau
hanya melihat matahari tenggelam” jelas Caitlin. “kalau begitu kita mempunyai
hobi yang sama Caitlin” balas justin sambil tersenyum
“hobi
justin melihat matahari tenggelam juga? Saya kira kamu hobi memasak. Sehingga
sekarang kamu bisa menjadi seorang chef” balas Caitlin dengan polosnya.
“ahahaha kau ini sangat polos ya Caitlin. Memang aku ini seorang chef, tapi bukan
brarti aku ini mempunyai hobi memasak” jawab justin sambil ketawa.
“bukannya
pekerjaan yang disertai hobi itu akan semakin memudahkan kita dalam bekerja?”
Tanya Caitlin. “ya memang. Tapii…” kata justin terpotong “tapi cerita sehingga
aku seperti ini sangatlah panjang. Dan semua ini terjadi begitu saja. Aku tak
tahu mengapa aku bisa menjadi seorang chef yang tidak mempunyai hobi masak”
Sambung justin “mungkin itu yang dinamakan takdir. Kita harus menjalani takdir apapun
takdir kita, disukai atau tidak sama sekali. Hanya percaya kebahagiaan akan
menanti kita di ujung waktu” balas Caitlin sambil memandang ombak lautan yang
menerjang pantai.
“ya
aku tahu itu Caitlin. Thanks ya’’ kata justin. “terimakasih untuk apa?” Tanya
Caitlin. “kata-katamu telah membuka pikiranku. Mulai besok aku akan bekerja
dengan sepenuh hatiku” jawab justin. “tak usah berterimakasih kepadaku. Memang
ini kewajiban antar sesame manusia untuk saling mengingatkan” jawab Caitlin
sambil tersenyum
#JUSTIN
POV
Kau
memang gadis luar biasa Caitlin. Hamper tidak ada gadis jaman sekarang yang
bisa berkata-kata sebijak kau tadi. Bahkan aku saja tidak sampai memikirkan hal
itu. Selain kau cantik kau juga memiliki sifat bijaksana yang jarang dimiliki
oleh gadis-gadis yang pernah ku temui
#JUSTIN
POV END
“justin?”
panggil Caitlin “hah, ya ada apa Caitlin?” Tanya justin. “apa kau tadi
melamun?” Tanya Caitlin. “oh tidak. Aku hanya membayangkan bagaimana rasanya
terbang di atas udara dan bisa menggapai
awan” jawab justin berbohong, karena dia tak ingin Caitlin mengetahui bahwa
dirinya baru saja memikirkan cailtin. “really?” Tanya Caitlin. “yeah, aku
serius” jawab justin. “oh iya bolehkah aku bermain gitar di sampingmu Caitlin?”
Tanya justin “silahkan saja. Alunan gitarmu akan menambah keindahan pantai sore
ini” jawab Caitlin sambil tersenyum lagi. Dan mulailah justin memetik gitarnya.
#CAITLIN
POV
Justin,
kau memang lelaki yang aku dambakan. Kau pandai sekali bermain gitar. Bahkan
lagu-lagu yang kau nyanyikan adalah lagu favorit ku. Andaikan kau tahu apa yang
aku rasakan. Aku pasti akan sangat bahagia.
#CAITLIN
POV END
Akhirnya
Caitlin dan justin mulai bernyanyi bersama. Seiring menikmati indahnya pantai
sore itu. Bahkan orang yang melihat Caitlin dan justin pun ikut merasa senang.
Mereka memang cocok sekali menjadi sepasang kekasih.
Tak
terasa senja pun sudah tenggelam dan saatnya Caitlin pulang sebelum membuat ibu
nya khawatir lagi. “maaf justin aku harus pulang dahulu” kata Caitlin sambil
berdiri dari tempat duduknya tadi. Tiba-tiba justin memegang tangan Caitlin
yang sontak membuat Caitlin terkejut. “jangan pulang sendiri. Biar ku antar
kamu pulang” kata justin sambil tetap menggenggam erat tangan Caitlin. Dan
Caitlin mengabulkan permintaan justin
*skip*
“aah,
kau lama sekali cait?” Tanya adelle yang langsung manghampiri Caitlin yang
sedang turun dari motor yang justin kendarai. “ya maaf, aku habis dari pantai.”
Jawab Caitlin. “oh ya just. Thanks atas tumpangan kamu yaa. Dan perkenalkan ini
sahabat aku adelle” kata Caitlin sambil memperkenalkan sahabat dan rekan kerja
favoritnya.
“hai
aku justin. Nice to meet you” kata justin sambil mengulurkan tangan. “hai aku
adelle. Nice to meet you too” jawab adelle sambil menjabat uluran tangan
justin. “eem, aku pulang dulu. Bye cait adelle” pamit justin sambil
menghidupkan motornya. “bye justin” jawab Caitlin dan adelle.
“wow,
is it your boyfriend?” Tanya adelle sangat gembira mendapati sahabat baiknya
diantar pulang oleh seorang lelaki tampan dan kelihatan baik-baik.
“no.
he just my friend adelle” jawab Caitlin mengelak.
“yah
kirain pacar. Tapi aku doain kamu cepet jadian sama dia haha” kata adelle
sambil tertawa.
“what?
Walaupun dia menyukaiku aku tidak akan bisa menerimanya adelle” jawab Caitlin
dengan sedikit cemberut.
“loh
kenapa? Kelihatannya dia menyukai mu cait” kata adelle
“peraturan
di tempat kerja kami. Tidak memperbolehkan sesame pegawai berpacaran bahkan
menikah. Jika terpaksa menikah maka salah satu dari mereka harus keluar dari
restoran itu” jelas Caitlin.
“yaah,
sayang sekali. Padahal jelas terlihat di mata justin kalau justin itu
menyukaimu Caitlin” kata adelle
“ya
sudahlah adelle. Ingat aku menerima pekerjaan ini karena apa?” jawab Caitlin
“yeah,
I still remember it. Ya sudahlah kita ganti topik. Lagi pula aku ke sini untuk
memberitahumu. Sekolah kita akan mengadakan perpisahan untuk angkatan kita. And
do you know where it? Itu di pantai kesayanganmu Caitlin” kata adelle
“huh?
Are you serious? Di pantai sanur? Kapan?” Tanya Caitlin tak percaya
“apa
aku keihatan bercanda? Itu di adakan seminggu lagi Caitlin” jawab adelle
“ok.
I will come” jawab Caitlin dengan bersemangat
*Seminggu
telah berlalu*
Hari
yang din anti Caitlin pun sudah tiba. Dan Caitlin tak akan pernah melewatkan
acara perpisahan yang sudah di nantinya selama seminggu ini. “come on adelle.
Take my call” gumam Caitlin sambil menghubungi ponsel adelle. “damn. where are
you adelle? Kenapa kau ta bisa di hubungi? Bukankah hari ini hari yang telah
din anti kita?” gumam Caitlin. “what happened darling?” jawab ibu Caitlin yang
tengah memasuki pintu kamar Caitlin
“ibu.
Adelle sangat susah di hubungi. Padahal kita sudah berjanji akan pergi ke acara
perpisahan sekolah bersama. Dan setengah jam lagi acara akan di mulai” jelas
Caitlin
“apa
kau sudah menghubungi telepon rumah adelle?” Tanya ibu Caitlin
“sudah
bu. Tapi mama nya bilang dia sudah pergi 1 jam lalu. Ini sangat membuatku
khawatir” kata Caitlin
Dan
tiba-tiba ponsel Caitlin bordering. “ya hallo” kata Caitlin saat menerima
telepon tersebut. “apa? Tante serius? Ini tak mungkin tante. Aku ga percaya”
jawab Caitlin setelah mendengar lawan bicaranya mengatakan sesuatu. “apa yang
terjadi cait?” Tanya ibu Caitlin. “adelle ibu… adelle kecelakaan dan sekarang
sudah di rumah sakit” jawab Caitlin sambil menangis dan sontak memeluk ibunya.
“oh my god. Ayo sekarang juga kita menuju ke rumah sakit. Tapi bagaimana dengan
pesta perpisahan yang telah kau nanti-nantikan itu?” Tanya ibu caitli. “aku
sudah tak perduli lagi. Yang terpenting saat ini adalah aku bisa bertemu adelle
ibu” jawab Caitlin sambil menyambar tas dan langsung pergi ke rumah sakit.
*skip
“tante
dimana adelle? Bagaimana keadaannya?” Tanya Caitlin kepada mamanya adelle
“adelle
sedang di periksa dokter Caitlin” jawab mamanya adelle sambil menangis
Tak
lama kemudian dokter yang memeriksa adelle telah keluar. “bagaimana keadaan
adelle dok? Apa dia baik-baik saja?” Tanya Caitlin kepada dokter tersebut.
“pasien hanya mengalami trauma dan dia memerlukan istirahat yang cukup. Dan
nampaknya dia perlu bertemu dengan seseorang yang bernama Caitlin” jelas sang
dokter. “yeah I’m Caitlin” jawab Caitlin. “silahkan masuk tapi hanya kau
seorang diri. Karena pasien tak boleh mendengar suara yang terlalu berisik”
jelas sang dokter lagi. “baik dok” jawab Caitlin
Caitlin
langsung memasuki kamar tempat adelle di rawat. Dan tiba-tiba
“suuuurrprriiiseee happy birthday Caitlin” teriak semua orang yang ada di dalam
ruangan tersebut. Caitlin pun terkejut melihat hal itu, dan dia tak merasa air
mata bahagia telah menetes ke pipinya. “happy birthday my bestfriend” kata
adelle sambil membawa kue ulang tahun lengkap dengan lilin yang sudah menyala.
“kalian
semua. Kalian telah membohongiku” kata Caitlin sambil tersenyum “dan kau
justin, kau berkomplot dengan mereka juga?” lanjut Caitlin.
“hahaha.
Maafkan kami Caitlin, kami hanya ingin membuat pesta kejutan untukmu. Dan ini
berhasil” jawab justin. “and come on tiup lilinnya” lanjutnya.
Caitlin
pun make a wish lalu meniup lilinnya. Caitlin tak pernah menyangka bahwa
orang-orang yang di sayanginya akan membuat pesta kejutan sampai seperti ini.
“eemm, 1 hal yang ingin aku tanyakan kepada kalian” kata Caitlin. “ya apa itu?”
jawab adelle. “kenapa ulang tahunku harus di rayakan di rumah sakit?” Tanya
Caitlin dengan polosnya. “ahahahaha. Kami membuat pesta ulang tahun yang lain
dari pada yang lain Caitlin” jawab justin. “tapi tak apalah. Terimakasih atas
semua ini. Aku bangga mempunyai orang-orang yang seperti kalian di dekat ku”
kata Caitlin sambil menangis bahagia.
Keesokan
harinya Caitlin memulai aktifitas seperti har-hari lalu. Namun Caitlin merasa
ada yang berbeda dengan sikap justin kepadanya akhir-akhir ini. Dia menjadi
lebih manis, suka curi-curi waktu untuk menemui Caitlin, dan terkadang dia juga
telah menyiapkan setangkai mawar di loker Caitlin. “dari mana ia tahu aku suka
sekali dengan mawar?” gumam Caitlin.
Tak
terasa hari ini sudah hari minggu, saatnya Caitlin libur kerja dan mengunjungi
pantai kesayangannya itu. Saat Caitlin duduk di pinggir ombak tiba-tiba ada
seseorang yang menutup matanya dari belakang. “uuh siapa ini? Lepaskan” kata
Caitlin sambil mencoba melepaskan tangan yang menutupi matanya itu. “tebak
dulu, siapa aku. Jika kau benar aku akan melepaskan tanganku” kata lelaki itu
“justin? Kau justin ‘kan?” tebak Caitlin “wow kau pandai sekali Caitlin. Apa
memang kau sedang memikirkan aku? Haha” kata justin setelah melepaskan
tangannya dari wajah Caitlin.
“yeah,
aku kan memang pandai” balas Caitlin sambil tersenyum.
Dan
tiba-tiba justin memfotonya tanpa sepengetahuan caitlin. “beautiful” kata
justin hampir tak bisa di dengar. “um sorry justin. Sepertinya kau tadi bilang
sesuatu” Tanya Caitlin. “no, nothing. Just can we make picture together?” Tanya
justin mengalihkan pembicaraan. “foto? Sure” balas Caitlin sambil agak mendekat
ke tubuh justin agar bisa berfoto berdua.
Krik
bunyi ponsel justin setelah memfoto Caitlin dengan dirinya. “kau cantik sekali
Caitlin” kata justin sambil memandang foto itu. “itukan di foto bukan yang
asli. Kalau yang asli kan lebih jelek dari yang di foto” kata Caitlin merendah
dan menundukkan kepalanya. Lalu justin memegang kedua pipi Caitlin dan
mengarahkan wajah Caitlin melihat wajahnya. “uum, I don’t think so. You’re
beautiful more than in the picture” kata justin. Dan kedua pipi caitlinpun mulai
memerah tanda ia sedang dilanda malu. “oh really?” Tanya Caitlin membiarkan
kedua tangan justin memegang kedua pipinya. “yes I’m so really right now” jawab
justin dengan tersenyum. “thankyou justin” jawab Caitlin sambil memegang tangan
justin yang sedari tadi telah memegang pipinya.
“um
Caitlin?” panggil justin.
“ya,
ada apa justin?” jawab Caitlin.
“look
at me” kata justin.
“yeah,
I’m look at you” balas Caitlin sambil memandang wajah justin.
Justin
pun mulai memegang kedua tangan Caitlin. “want you to be my girlfriend?”
tanyanya kepada Caitlin. “what? Are you really? Don’t you know about arrange in
the company justin?” Tanya Caitlin tak percaya. “WTF about that. Jika kau
menerimaku kita bisa berpura-pura tak ada hubungan saat di resto. So will you?”
kata justin. “um, give me some time to think it” balas Caitlin.
Beberapa
waktu telah berlalu dan Caitlin pun memulai pembicaraan. “um justin?” panggil
Caitlin. “yah?” jawab justin. “apa kau serius dengan hal ini?” Tanya Caitlin.
“yah I’m so serious Caitlin. I’m not
kidding now” jelas justin. “baiklah kalau begitu.”kata Caitlin. “what? Baik
apanya?” goda justin. “ok I want to be your girlfriend justin” jelas Caitlin
dengan pipinya yang memerah lagi.
Sontak
justin memeluk Caitlin di tengah cahaya matahari pantai sore itu. Caitlin pun
membalas pelukan justin. Setelah itu justin mengambil gitarnya dan mulai
memainkan sweet old song kesukaan Caitlin. Mereka berdua sangat bahagia
menyanyikan lagu itu sampai malam hari datang.
--------END--------
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tulis komentar anda di bawah ini :)